Kasus Centre Point, Ishak Charly Panik Kalah di PK

Kuasa hukum PT Agra Citra Kharisma (ACK), Hakim Tua Harahap menegaskan, belakangan kliennya merasa teraniaya

Kasus Centre Point, Ishak Charly Panik Kalah di PK
Centre Point Medan 

- Disarankan Tidak Investasi Lagi di Medan

Laporan Wartawan Tribun Medan / Feriansyah Nasution

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kuasa hukum PT Agra Citra Kharisma (ACK), Hakim Tua Harahap menegaskan, belakangan kliennya merasa teraniaya berinvestasi di Kota Medan. Padahal pemerintah sudah cukup capek mengundang investor datang, namun saat sudah berinvestasi kepastian hukum seolah tak berujung jelas.

"Sudah terlanjur kita bangun saja ini. Dulu sudah pembebasan lahan nggak ada deal-deal. Akhirnya karena bunga bank naik, mau tak mau kita naikkan (buat) bangunan. Terlalu dianiaya kita, jadi sudah malas berinvestasi disini," ujar Hakim kepada www.tribun-medan.com, Jumat (24/4/2015), di Medan.

Hakim merasa aneh dengan PT KAI. Padahal PT KAI memiliki banyak asset yang tersebar dimana-mana, tapi ditelantarkan. Sedangkan, Centre Point setelah sudah berdiri tinggi mega tetap direcoki.

"Kok mesti ini (Centre Point) yang diurusi?. Kan banyak lagi asset-asset mereka yang lain. Cobalah PT Kereta Api bangun sebesar itu.

Kalau dicari esesnsi apa bedanya jika uang disetor ke kas Pemko atau ke kas PT Kereta Api. Kan sama-sama jadi kas negara juga kan?.. PT Kereta Api ini kan juga bagian dari NKRI ya kan?," tukasnya.

Hakim mengibaratkan lahan yang diatasnya bangunan Center Point bagaikan 'dahulu bayi terbuang, kini sudah tumbuh menjadi gadis yang tinggi besar dan cantik hingga semua datang meminang'. Saat ini ribuan tenaga kerja sudah terserap di Center Point.

"Kita tinggal menunggu dukungan masyarakat saja. Kalau memang kita dibutuhkan, kita datang. Kalau tidak dibutuhkan masyarakat, ngapain kita datang," tukasnya.

Namun, Hakim yakin masih banyak jalan untuk tetap memiliki lahan tersebut secara sah. Apalagi belakangan diketahui yang mengklaim sebagai pemilik lahan bukan hanya satu, tetapi cukup banyak. "Jadi masih akan panjang pertarungan ini. Karena pemiliknya belum jelas maka tidak akan bisa dieksekusi," katanya.

Halaman
12
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved