Percasi Sumut Lakukan Seleksi Atlet Catur Pra Pon di Mikroskill
Tuti Rahayu, peserta asal Asahan dan Tuti Maulidina asal Karo terlihat saling menatap sebelum mengeluarkan strategi
Laporan wartawan Tribun Medan / Silfa
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Tuti Rahayu, peserta asal Asahan dan Tuti Maulidina asal Karo terlihat saling menatap sebelum mengeluarkan strategi mereka dalam permainan catur yang digelar Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Sumatera Utara (Sumut).
Pertandingan itu dalam rangka seleksi atlet catur Sumut untuk tim Putra di kompetisi Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) 2015 dan seleksi untuk tim putri di kompetisi Pra Pekan Olahraga Nasional (pra PON) 2015 di Bangka Belitung, Jumat (24/4) di Gedung C Mikroskill Lantai 5.
Seleksi telah dilakukan sejak Rabu (22/4/2015) dan akan berakhir pada Senin (27/4/2015). Sebanyak 10 peserta putra dan 10 peserta putri bertanding dalam 18 babak, sembilan babak pertama dan sembilan babak kedua selama enam hari. Tiap babak memakan waktu dua jam karena peserta diberikan waktu selama satu jam untuk berfikir tiap babaknya.
Erhan Tarmizi, anggota Percasi dan wasit pertandingan, menuturkan peserta merupakan finalis 10 besar seleksi Provinsi Sumatera Utara Putra-putri yang digelar pada 2014 lalu, melalui seleksi ini tujuh dari peserta putra dan tujuh dari peserta putri akan dipilih dari hasil nilai kemenangan yang diperoleh.
"Kita tidak menggunakan sistem kalah dan tidak main lagi, karena setiap peserta akan melewati 18 babak berapa kali pun ia harus menerima kekalahan, begitu pula yang menang juga harus menyelesaikan permainan hingga babak akhir," katanya.
Menurutnya, Percasi Sumut tidak ingin mengirimkan atlet catur perwakilan Sumut yang menang karena faktor keberuntungan saja. Atau melewati kesempatan atlet yang ternyata berbakat tapi terlewati karena kalah di awal. Oleh sebab itu peserta diberikan seleksi yang panjang dan memakan waktu yang lama. (Sil)