Dagangan Disita, Pedagang Pusat Pasar Ngadu ke DPRD Medan
Mereka itu beringas. Gak pakai otak. Jualan kami sering diambil paksa. Padahal kami bukan pedagang di jalanan..
Laporan Wartawan Tribun Medan / Abul Muamar
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Puluhan pedagang Pasar Pusat Pasar Medan mendatangi Kantor DPRD Medan, Senin (4/5/2015). Mereka mengadu ke DPRD Medan terkait dagangan mereka yang diduga kerap disita secara paksa oleh petugas Satpol PP saat melakukan penertiban.
"Mereka itu beringas. Gak pakai otak. Jualan kami sering diambil paksa. Padahal kami bukan pedagang di jalanan, kami berdagang di pusat pasar!" kata Lamsiar Tambunan, salah seorang pedagang.
Menurut Lamsiar, tindakan Satpol PP yang demikian hampir selalu terjadi tiap kali penertiban dilakukan.
"Selalu setiap apa (penertiban) kayak gitu. Itu kan diturunkan di Jalan Veteran, maksudnya mau dibawa ke pusat pasar, tapi udah diangkut. Orang itu gak mau dengar alasan," katanya.
Usai berteriak-teriak selama beberapa saat, mereka selanjutnya dipanggil ke ruangan oleh Wakil Ketua Komisi C, Godfried Effendi Lubis. Godfried seorang diri menghadapi mereka yang emosi.
"Pak, mereka itu gak pake perasaan kalau menertibkan. Main angkut aja. Gak tahu mereka mana yang jualan di jalan mana yang di pusat pasar," kata Raimon Sinaga, pedagang lainnya.
Godfried sendiri prihatin atas aduan pedagang ini. Menurutnya, Jalan Veteran tidak termasuk bagian dari jalan yang harus ditertibkan oleh tim gabungan.
"Kita sangat menyayangkan. Karena perjanjiannya kan yang mau dibersihkan Sutomo sekitarnya itu. Kayak Jalan Seram," katanya. (amr/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/pedagang-pasar-pusat-pasar-bergaya-saat-difoto-di-depan-kantor-dprd-medan_20150504_175248.jpg)