Sekali Ekspedisi Pendaki Puncak Everest Bayar Rp 900 Juta

Pendakian Puncak Everest hampir pasti tidak mungkin dilakukan pada musim ini karena jalurnya rusak akibat longsor gempa bulan lalu

YouTube.com/Jost kobusch
Video longsor Gunung Everest yang diunggah oleh Jost Kobusch di situs YouTube, Sabtu (26/4/2015). 

TRIBUN-MEDAN.com — Pendakian Puncak Everest hampir pasti tidak mungkin dilakukan pada musim ini karena jalurnya rusak akibat longsor gempa bulan lalu, kata sejumlah pejabat di Nepal.

Mereka memperingatkan, diperlukan waktu untuk membuat kembali jalur pendakian. Tetapi, pemerintah negara itu belum mengumumkan keputusan resmi.

Paling tidak 19 orang tewas karena longsor akibat gempa berkekuatan 7,8 skala Richter yang menewaskan lebih dari 7.000 orang dan melukai lebih dari 10.000 lainnya.

Kesempatan untuk mencapai puncak Everest habis pada akhir bulan Mei karena datangnya musim hujan. Sejumlah pendaki telah menunggu di Kamp Pangkalan dengan harapan jalur akan dibuka kembali secepatnya.

Sebagian besar pendaki telah membayar 70.000 dollar AS atau sekitar Rp 900 juta untuk melakukan ekspedisi.

Meskipun demikian, di tengah-tengah ketidakpastian yang muncul, hanya satu atau dua kelompok dari 42 kelompok ekspedisi yang belum membatalkan pendakian, kata para pejabat.

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved