Dokter TNI Ini Ungkapkan Tes Keperawanan Memalukan dan Menjijikkan

"Itu bukan (hanya) tindakan memalukan ... Ini adalah penyiksaan. Saya memutuskan untuk tidak melakukannya lagi," kata seorang dokter.

Dokter TNI Ini Ungkapkan Tes Keperawanan Memalukan dan Menjijikkan
BBC
ilustrasi 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN-Aktivis hak asasi manusia ingin Indonesia menghentikan tes keperawanan dalam perekrutan tentara perempuan. Human Rights Watch (HRW) menilai, tes ini diskriminatif dan tidak memiliki hubungan dengan kemampuan wanita melakukan pekerjaannya.

Di Indonesia, tes keperawanan sifatnya wajib bagi militer perempuan dan calon polisi nasional yang biasanya lulusan SMA berusia antara 18 dan 20. Penelitian HRW menunjukkan bahwa angkatan udara, angkatan darat, dan angkatan laut selama beberapa dekade terakhir juga melakukan tes keperawanan bagi tunangan perwira militer sebelum menikah.

Apa sebenarnya yang dilakukan pada tes ini?

Andreas Harsono, salah satu peneliti HRW mewawancarai sebelas perempuan Indonesia yang merupakan istri tentara dan polisi wanita. Menurutnya, para perempuan ini menjelaskan saat tes keperawanan dua jari digunakan untuk membuka vagina sementara satu jari ditempatkan di anus.

Dia mengatakan, pada satu kesempatan seorang wanita yang telah menjelani tes menceritakan kepada perempuan lain yang menunggu di luar ruang pemeriksaan tentang apa yang dialami saat tes keperawanan. Setelah itu, 23 pelamar yang tersisa memilih meninggalkan tempat itu. Andreas mengatakan, sebagian besar pelamar malu dengan prosedur ini dan banyak yang mengaku mengalami trauma.

Seorang dokter militer perempuan mengatakan kepada peneliti bahwa ketika dia melakukan tes di Jakarta, ia merasa sulit untuk membujuk perempuan untuk ambil bagian.

"Itu bukan (hanya) tindakan memalukan ... Ini adalah penyiksaan. Saya memutuskan untuk tidak melakukannya lagi," katanya.

Negara mana saja yang pernah melakukan tes keperawanan?

Afrika Selatan:

Halaman
12
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved