Stok Daging Sumut Masih Cukup

Mengantisipasi melonjaknya permintaan daging menjelang puasa dan lebaran, Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengeluarkan tambahan izin impor

Stok Daging Sumut Masih Cukup
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
HARGA DAGING SAPI TIDAK NAIK - Pedagang memotong daging sapi di jongko daging Pasar Kosambi, Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung, Senin (2/6). Hingga hari kemarin harga daging sapi di sejumlah pasar tradisional di Kota Bandung tidak naik berkisar Rp 95 - 100 ribu per kg. Diperkirakan kenaikan akan terjadi saat munggahan, sehari menjelang Ramadan maksimal sebesar Rp 5.000 per kg-nya. TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Ryan Achdiral Juskal

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Mengantisipasi melonjaknya permintaan daging menjelang puasa dan lebaran, Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengeluarkan tambahan izin impor sebanyak 29.000 ekor sapi siap potong. Hal itu dianggap bisa mengantisipasi kekurangan daging di seluruh penjuru nusantara.

Kepala Seksi Impor Disperindag Sumut, Parlin Lubis mengatakan, kebijakan pemerintah mempersiapkan 29.000 ekor sapi tersebut, merupakan antisipasi lonjakan kebutuhan daging masyarakat pada saat puasa dan lebaran.

"Iya pemerintah itu, mempersiapkan 29.000 untuk antisipasi. Apabila terjadi kekosongan
maka itu lah dipersiapkan. Kalau besarannya kita belum tahu, belum turun. Saat ini ya, kita masih impor, ya dari Australia, New Zealand. Kalau kemaren sempat India, tapi kan karena penyakit kuku dan kulit itu, nggak lagi. Nah, kalau data itu Dinas Peternakan yang tahu," ujarnya Selasa (19/5).

Kepala Seksi Pangan dan Non Pangan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sumut, Hendra Sutrisno Marbun mengatakan, saat ini kebutuhan daging sapi di Sumut masih cukup. Dijelaskannya, saat ini belum ada peningkatakan permintaan.

"Masih cukup lah, belum ada peningkatan permintaan. Kita masih aman dengan daging ini. Ditambah lagi dengan impor, ya kita masih ada perusahaan importir, yang mendatangkan dari New Zealand dan Australia. Kalau data, saya belum tahu pasti, karena saya masih di luar," katanya.

Terkait dengan tingkat konsumsi yang akan tinggi pada puasa dan lebaran mendatang, Hendra menjelaskan, pihaknya selalu melakukan monitoring dan evaluasi sampel ke pasar-pasar tradisional yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota di Sumut.

"Iya kita akan selalu melakukan monitoring. Dalam minggu ini kita juga lakukan monitoring. Kita akan ambil sample dan kita akan periksa. Ya kita harus mengantisipasi cemaran mikroba, antibiotik dan semua akan kita periksa," ungkapnya.

(Raj/Tribun-Medan.com)

Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved