Rekreasi Siswa SD Tewas Tenggelam di Sibolangi
Serang pelajar diketahui bernama Akbar Pebriansah (10) pelajar kelas IV SD Madrasah Al-Hairat Jalan AR Hakm Medan
Laporan Wartawan Tribun Medan / Jefri Susetio
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Serang pelajar diketahui bernama Akbar Pebriansah (10) pelajar kelas IV SD Madrasah Al-Hairat Jalan AR Hakm Medan, tewas di kolam Dewi Desa Bandar Baru, Kecamatan Sibolanit, Deli Serdang, Minggu (24/5/2015) siang.
Adapun penyebab kematian putra pertama dari dua bersaudara dari pasangan Ismai dan Wahyuni ini karena tenggelam di kolam renang.
Berdasarlan data yang dihimpun Tribun Medan usai mengikuti ujian nasional (UN) dan ujian akhir sekolah (UAS), pihak sekolah Madrasah Al Hairat Jalan AR Hakiim Medan sudah menjadwalkan berekreasi ke Kolam Dewi Bandar Baru.
Rombongan pelajar SD Madrasah termasuk di antaranya. Akbar Pebriansah yang dipimpin Kepala Sekolah Madrasah Tengku Sarifudin berangkat ke tempat tujuan.
Seluruh siswa tiba di Kolam Renang Dewi sekira pukul 13.00 WIB. Setibanya di pemandian itu, korban dan teman-temannya langsung mandi-mandi setelah sebelumnya ganti pakaian. Karena sangat menikmati pemandian itu, Akbar (korban) tak sadar berenang di kedalaman 1,5 meter, sehingga langsung tenggelam.
Kapolsek Ajun Komisaris Polisi. Fredo Gultom mengatakan hasil penyelidikan dan olah TKP, diketahui kalau penyebab kematian korban karena tenggelam di kolam dan bukan akibat kekerasan. Oleh sebab itu, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan di sekujur tubuh korban.
"Korban tewas akibat tenggelam dan bukan akibat penganiayaan, karena tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan di tubuhnya. Keluarga korban juga sudah buat pernyataan agar korban tidak divisum," katanya.
Sementara itu, Kepala Sekolah Madrasah Al-Hairat Tengku Sarifudin, ketika ditemui di Polsek Pancur Batu mengatakan, rombongan pelajar dan para guru menuju ke Kolam Dewi untuk rekreasi usai mengikuti ujian.
"Kami ke Kolam Dewi memang untuk rekreasi setelah anak didik usai mengikuti ujian. Saya tak menyangka seperti ini jadinya, Saya sangat sedih karena seorang anak didik saya tiba-tiba meninggal saat kami sedang berwisata," ucapnya sambil berlinang air mata.
(tio/tribun-medan.com)