Puting Beliung
Atap Rumah Mbah Wagiem Terbang
Selain merusak puluhan rumah, angin puting beliung juga menyapu satu bangunan sekolah PAUD.
Laporan Wartawan Tribun Medan / Jefri Susetio
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Wagiem (74), termenung di perkarangan rumahnya yang nyaris rata diterjang angin puting beliung. Bayang-bayang ketakutan masih tersisa di wajahnya.
"Anginnya kemarin kencang kali, muter-muter, seng oma uwong mabur (angin berputar, membuat atap rumah terbang)," katanya pada tribun-medan.com di pekarangan rumahnya di kawasan Dusun Tujuh Desa Sei Mencirim, Sunggal, Deliserdang, Sumut, Selasa (26/05/2015).
Perempuan yang disapa Mbah (Nenek) ini bercerita, angin puting beliung datang tiba-tiba pada Senin (25/05/2015) menjelang Magrib. Warga kebingungan. Ada yang berlari keluar rumah, ada yang justru memilih bersembunyi di dalam. Seperti dirinya.
"Aku meringkuk di teras. Wedi (takut) sekali, karena gak berapa lama seng rumah pun berterbangan. Seng rumahku juga. Terbang, dan pohon di belakang itu roboh menimpa dapur," katanya.
Wagiem pernah mengalami hal serupa kira-kira dua tahun lalu. Bedanya, kala itu kerusakan rumahnya tidak separah sekarang. Hanya satu bagian rumah yang tertimpa pohon.
"Ada juga sejumlah pohon yang tumbang. Tapi yang sekarang ini kena rumahku," ucapnya seraya berharap adanya bantuan dari pemerintah.
"Aku mengungsi ke rumah tetangga sebelah," kata Wagiem yang tinggal bersama seorang cucunya yang masih berusia empat tahun.
Tokoh Masyarakat Desa Seimencirim, Sugeng, mengatakan selain merusak puluhan rumah, angin puting beliung juga menyapu satu bangunan sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).
"Peninjauan jajaran aparat desa, yang tercatat 89 unit rumah rusak, di mana 25 di antaranya rusak berat. Bahkan terdapat tiga rumah rata dengan tanah," katanya.(tio/tibun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/putinggg-beliunggg_20150526_212334.jpg)