Menikmati Embun Pagi di Pemandian Air Panas Sibiru-biru
Potensi pemandian Air Panas Embun Pagi di Desa Penen Kecamatan Sibiru-biru Kabupaten Deli Serdang di Sumatera Utara
Laporan wartawan Tribun Medan / Silfa Humairah
TRIBUN-MEDAN.com - Potensi pemandian Air Panas Embun Pagi di Desa Penen Kecamatan Sibiru-biru Kabupaten Deli Serdang di Sumatera Utara menjadi tempat wisata sedang dikembangkan beberapa tahun ini. Walaupun baru, pengunjung tidak akan dibuat menyesal.
Pemandian tersebut menawarkan pemandangan alam yang asri, suasana pedesaan yang masih terjaga, dan adanya sumber mata air panas. Buruan mampir kalau penasaran, karena tidak sulit mencari tempat wisata di desa Penen ini.
Sebelumnya, tempat ini sudah ramai, apalagi setelah dikembangkan dengan dibuatnya kolam-kolam yang menampung air panas, tempat ini semakin ramai dikunjungi wisatawan lokal dan luar kota.
Di sana sudah dibangun kolam-kolam buatan yang menampung air belerang, sehingga pengunjung tidak perlu lagi menampung air dari sumber air panas. Tapi, pengunjung tetap dapat melihat langsung sumber mata air panas saat masuk ke pemandian tersebut.
Sumber mata air berada di sisi kanan dan kiri yang mengalir ke kolam buatan. Ada sumber mata air panas yang paling besar dibuat mengalir ke pancuran dari bambu-bambu untuk memberi sensasi lebih panas bagi mereka yang suka.
Airnya cukup jernih dan suhu panasnya terasa enak di badan, bila merendam seluruh tubuh maka akan merasakan khasiatnya, yaitu menghilangkan pegal-pegal dan sakit pinggang, elergi kulit dan jerawat.
Penjaga Pemandian Air Panas Embun Pagi, Lestari menuturkan air panas di sini diyakini dapat menghilangkan banyak macam penyakit dalam tubuh, khususnya pada kulit.
"Selain pegal-pegal dan sakit pinggang, berendam di air panas sangat bagus untuk menghaluskan kulit dan menyembuhkan elergi pada kulit, termasuk untuk wajah juga," katanya.
Ia menuturkan, pemandian air panas dikelola untuk menarik wisatawan. Selain kolam buatan juga ada kamar mandi dan ruang ganti baju, dan area parkir yang sudah disediakan untuk mobil dan sepeda motor.
"Di sini kolam-kolam juga dibagi untuk tempat pemandian Pria dan Wanita, dan kolam umum juga anak-anak. Jadi anak-anak juga bisa merasakan khasiat air panas sambil berendam di kolam yang rendah dan tidak terlalu panas, dan yang mau private untuk laki-laki dan wanita bisa berendam di area yang juga disediakan," jelasnya.
Menurutnya, biaya untuk masuk ke Kemandian Air Panas Embun Pagi juga terjangkau, yaitu sebesar Rp 5 ribu. Pengunjung sudah bisa mandi sepuasnya dan memilih pondok-pondok yang disediakan untuk istirahat atau memakan bekal makanan.
"Kami juga menyediakan pondok-pondok untuk wisatawan, karena kebanyakan wisatawan datang membawa bekal. Agar kolam tidak kotor, kalau mau makan ya di tempat yang disediakan," katanya.
Pengunjung juga dimanjakan dengan pemandangan alam di area tersebut. Karena pemandiannya tidak diberi dinding alias terbuka sehingga pengunjung bisa menikmati pemandangan pohon-pohon dan aneka bunga. Serasa mandi di sungai deh...
Rahmat Sudar, pengunjung asal Medan, menuturkan penasaran pemandian air panas embun pagi yang ada di desa Penen karen dekat dari Medan. Sebelumnya, jika ingin mandi air panas, ia harus ke Berastagi yang jarak tempuhnya lebih jauh dari Medan.
"Baru tahu ada pemandian air panas di sini, dengar dari teman. Jarak tempuhnya pun lebih dekat daripada ke Sidebuk-debuk yang mencapai 1,5 jam. Tempat ini bisa jadi refrensilah, bagi mereka yang tidak mau jauh-jauh. Tapi pengelolaan di pemandian Sidebuk-debuk lebih baik dan bagus, kalau di sini masih baru dengan fasilitas terbatas, tapi tetap tidak dibuat menyesal kok," katanya.
Di lokasi ini juga terdapat batu kapur. Penduduk di sini memanfaatkan untuk bahan pupuk, penstabil jalan raya, bahan tambahan dalam proses peleburan dan pemurnian baja, bahan penggosok, pembasmi hama, dan penjernihan air.
Arah tempuh dari pusat kota Medan ke kawasan ini sekitar 33 Km dan dari pemandian umum Sibiru-biru Indah hanya 12 Km.
Membutuhan waktu kurang lebih 45 menit bila berangkat dari Medan, ibukota provinsi Sumatera Utara. Sedangkan dari Lubuk Pakam ibukota kabupaten Deli Serdang membutuhkan waktu sekitar 65 menit. Nah, bagi wisatawan yang sedang berkunjung ke kota Medan atau warga Medan sendiri tentu saja terasa menguntungkan karena jarak tempuhnya lebih dekat. Menuju ke kawasan tersebut bisa menggunakan transportasi roda empat atau roda dua, tapi kalau bus tidak bisa masuk karena jalan yang sempit.
Dan sedikit berhati-hati karena jalur yang dilewati berkelok dan ada turunan dan tanjakan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/pancuran-sumber-air-panas-di-pemandian-sibiru-biru_20150603_145523.jpg)