Hasta La Vista, Modifikasi Bukan Ugal-ugalan

Jika ingin adu kecepatan lebih baik ikut dalam pertandingan yang resmi dan tidak membahayakan orang lain.

Tribun Medan/Nikson Sihombing
Komunitas Hasta La Vista berfoto saat kontes. 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Nikson Sihombing

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Klub pecinta otomotif, Hasta La Vista ajarkan anggotanya mengutamakan keselamatan berkendara. Jop Sinulingga, anggota komunitas mengatakan klubnya sudah bagaikan keluarga karena kentalnya persahabatan.

Anggota yang sudah bergabung sejak tahun 2014 ini mengatakan, bersama klubnya mereka memodifikasi mobil masing-masing dengan berbagai konsep yaitu, hella flush, stance, racing dan berbagai konsep lainnya. Usai dimodifikasi mobil tersebut akan diikutsertakan dalam lomba.

Ia menggunakan mobil Honda Jazz, lalu secara perlahan ia mengubah beberapa bagian mobil agar terlihat lebih menarik yaitu velg, ban, jok. Ia menuturkan di dalam klub ia diajarkan tentang bagaimana cara memodifikasi dan konsep yang bagus. Selain itu juga diajarkan tips agar menang dalan sebuah kontes modifikasi.

"Tips modifikasi ialah menyesuaikan konsep dengan tema acara lomba, memperhatikan tingkat kesulitan. Kami memodifikasi mobil kami agar bisa ikut kontes lomba. Lomba tersebut kami ikuti sebagai bagian dari rutinitas sekaligus bergaul dengan klub-klub lain," ujarnya saat ditemui di Lapangan Sepakbola, Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara (USU).

Ia menjelaskan selain modifikasi, hal lain yang tak kalah pentingnya diingat ialah modifikasi hanya untuk kontes saja, bukan untuk ugal-ugalan di jalan. Misalnya jika memodifikasi mobil dengan konsep balap atau racing, maka bukan berati harus selalu kebut-kebutan di jalan. Menurutnya, jika ingin adu kecepatan lebih baik ikut dalam pertandingan yang resmi dan tidak membahayakan orang lain.

"Yang terutama itu bukan modifikasinya, tapi bagiamana cara kira memanfaatkan mobil modifikasi itu sebaik mungkin agar berguna, terlihat cantik dan tidak membahayakan orang lain. Mobil itu kan yang kendalikan kita. Jika kita kendalikan secara tidak benar maka mobil itu pun berjalan tidak benar," katanya.

Anggota lain, Agung yang sudah bergabung sejak 25 Januari 2015 mengatakan, tertarik dunia modifikasi sejak masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama tahun 2009. Saat kuliah, ia akhirnya bergabung klub modifikasi mobil Hasta La Vista. Menurutnya, setelah bergabung dengan klub ia akhirnya memiliki teman untuk berbagi cerita dan sekadar berbagi pengetahuan tentang dunia otomotif.

"Aku bergabung karena aku ingin memiliki teman yang sehobi denganku. Enaknya gabung di komunitas ini, kami selalu kompak jika mau pergi kemana saja. Misalnya jika ada seuatu acara yang penting, maka akan mengajak teman yang lain biar ramai," katanya.

Kini Hasta La Vista menjadi salah satu klub modifikasi yang cukup dikenal di Kota Medan. Jop mengatakan, kini anggota komunitas di bidang otomotif ini sudah berjumlah 53 orang. Pada awal berdiri masih memiliki anggota empat orang saja yaitu Zoel, Ozy, Hadi, dan Bogel.

Empat orang inilah pendiri klub yang resmi berdiri pada 28 November 2013 silam.

"Pendiri kami tersebut mengajarkan kami agar tidak membeda-bedakan anggota. Bagi kami tidak ada sistem perbedaan golongan ekonomi karena yang terpenting ialah kekompakan saat kontes. Kami selalu menjaga kekompakan, tak heran setiap kali ikut kontes yang ikut 30 anggota," katanya.

Ia menjelaskan jika ingin bergabung ke dalam klub tersebut tidak harus memiliki mobil. Yang memiliki sepeda motor pun bisa gabung. Syarat utama agar bisa gabung ialah ikut berkumpul sekali seminggu pukul 20.00 WIB. Minimal empat kali hadir agar diterima sebagai anggota.(cr6/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved