Meresahkan, Polisi Amankan Tiga Meriam Bambu

"Jika terkena mata bisa dibayangkan seperti apa. Maka dari itu, kita amankan alat ini agar tidak melukai orang lain," ujar Ronni.

Tayang:
Internet
Ilustrasi meriam bambu 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Jefri Susetio

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Anda masih mengenal meriam bambu yang merupakan permainan tradisional. Permainan ini kerap digunakan anak-anak selama bulan Ramadan. Guna menghindari adanya kebisingan petugas Polsek Medan Helvetia melarang warga untuk memainkan mariam bambu.

Kapolsek Medan Helvetia Kompol Roni Bonic mengatakan, pihaknya mengamankan tiga meriam bambu dari kawasan Jalan Asrama, Medan, Rabu (24/6/2015). Meriam bambu tersebut diamankan dari sejumlah remaja yang nyaris terlibat tawuran pada asmara subuh di daerah tersebut. Namun, sejumlah remaja itu langsung kabur ketika polisi hendak menangkapnya.

"Jika terkena mata bisa dibayangkan seperti apa. Maka dari itu, kita amankan alat ini agar tidak melukai orang lain," ujar Ronni, Kamis (25/6/2015).

Ia menjelaskan meriam bambu, turut diamankan sebanyak 150 bungkus petasan berbagai jenis. Petasan itu diamankan dalam sepekan terakhir menggelar operasi di kawasan Jalan Gatot Subroto (dekat Pekan Raya Sumatera Utara), Kapten Muslim, Gaperta, Kelambir Lima dan lainnya.

"Selama Bulan Puasa ini, kami terus melakukan operasi dan razia rutin. Sebanyak 20 personel dikerahkan. Tujuannya untuk menciptakan kenyamanan suasana dalam menjalankan ibadah puasa. Kegiatan inipun terbilang berhasil karena intensitas asmara subuh mulai berkurang," katanya.

Ia menambahkan, dalam operasi sepekan itu telah diamankan 15 orang pemuda lantaran bermain meriam bambu dan petasan.

"Ke-15 remaja itu telah kita pulangkan kepada orang tuanya setelah mendapat pembinaan dan membuat surat pernyataan," ujarnya.

Dia menambahkan, operasi atau razia yang terus digalakkan selama puasa ini mendapat apresiasi dari masyarakat khususnya warga Kecamatan Medan Helvetia. Karena, yang biasa mendengar suara petasan dan balapan liar, kini sudah mulai berkurang.

(tio/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved