Menjelang Lebaran PT Pelni Tambah Frekuensi Pelayaran

Menjelang lebaran idul fitri, banyak masyarakat akan melaksanakan mudik atau pun pulang ke kampung halaman.

Laporan Wartawan Tribun Medan / Ryan Achdiral Juskal

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Menjelang lebaran idul fitri, banyak masyarakat akan melaksanakan mudik atau pun pulang ke kampung halaman. Kegiatan ini sudah menjadi tradisi yang dilakukan setiap tahunnya. Berbagai moda transportasi pun ramai digunakan masyarakat untuk mudik.

Salah satunya, kapal laut, moda transportasi yang dibawahi PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) ini merupakan moda transportasi laut, yang ramai digunakan penumpang disaat mudik.

Kepala Pelni Medan Belawan, Budi Santoso mengatakan, pada moment menjelang lebaran ini banyak hal dilakukan PT Pelni. Salah satunya adalah menambah frekuensi pelayaran. Ia menjelaskan satu bulan sebelum dan sesudah lebaran frekuensi berlayar ditambah.

"Persiapan kita ya banyak, sejauh ini kita sudah menambah frekuensi. Selama ini kapal berlabuh itu empat kali sebulan. Tapi satu bulan ini, kita tujuh kali berlabuh. Itu sampai nanti arus pulang mudik nanti, iya jadi satu bulan tujuh kali lah," ujarnya Selasa (30/6/2015).

Ia menyatakan, sampai saat ini penumpang sudah lebih dari 1.500 penumpang. Namun, hal itu belum bisa dihitung secara keseluruhan. Karena, masih pekan kedua lebaran.

"Sampai saat ini sudah naik 5 persen lah dari tahun sebelumnya. Sudah pasti ada pembludakan penumpang dari jadwal reguler. Namun ini belum data valid, kalau sekarang ini belum bisa kita hitung, nanti sekitar hari Jumat lah. Sejauh ini, masih keberangkatan Belawan ke Batam yang dipadati penumpang," jelasnya.

Selain itu, Budi menjelaskan, untuk keamanan di pelabuham Belawan, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan pihak keamanan. Ia pun menjamin, keamanan penumpang akan menjadi prioritas mereka.

"Keamanan penumpang pastinya menjadi prioritas. Kami sudah berkoordinasi dengan pihak keamanan, dengan kepolisian pelabuhan. Selain itu kan kalau dari pusat kita juga sudah bersinergi dengan Lantamal, jadi semua pelabuhan dimana pun seluruh Indonesia, akan dijaga Lantamal," katanya.

Sejauh ini PT Pelni sudah menjalankan booking tiket secara online. Namun, Budi menyatakan, setiap pembelian online harus ditukar ke pelabuhan keberangkatan dengan tiket asli. "Iya kita gunakan, tapi kalau dia berangkat dari Batam mesannya di sini, susah. Jadi pemesanan itu harus ditukarkan lagi tiketnya di keberangkatan melalui loket kita," pungkasnya.

(Raj/Tribun-Medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved