Pesawat Hercules Jatuh
"Terima Kasih Pendeta Sahat"
Sebelum menjadi korban Jatuhnya Pesawat Hercules di Medan, Pendeta Sahat Sinaga yang meninggal bersama istri dan anak satu-satunya
Laporan Wartawan Tribun Medan / Royandi Hutasoit
TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Sebelum menjadi korban Jatuhnya Pesawat Hercules di Medan, Pendeta Sahat Sinaga yang meninggal bersama istri dan anak satu-satunya menyampaikan kata-kata yang selalu diingat jemaatnya.
Hal ini disampaikan salah satu jemaatnya Boru Panjaitan yang datang dari Ranai dalam Pemakaman Pendeta beserta keluarga di Pematangsiantar, Jumat (4/7/2015).
Boru Panjaitan mengatakan bahwa pendeta ini lah yang membuat dirinya menjadi orang yang takut akan Tuhan.
"Terima kasih pendeta Sahat, pendeta telah membawa saya ke arah yang benar, membuat saya takut Tuhan, memberi semangat supaya keluarga kami teguh dan mengikuti tuhan. Perkataanmu untuk teguh dan sabar mengikuti tuhan membuat suami dan seluruh keluarga saya bisa mengikut tuhan," ujarnya.
Ia juga menuturkan bahwa saat berangkat dari Ranai menuju Medan pendeta ini pernah meminta kami jemaatnya supaya mandiri.
"Saya baru sadar perkataanmu yang meminta kami mandiri, perkataanmu yang mengatakan tidak kembali lagi, kami akan mandiri. Kami akan memperjuangakan Gereja yang telah pendeta rintis," ujarnya.
Sementara itu, Hendra Bala yang merupakan rekan dari Pendeta Sahat Sinaga mengatakan sangat mengingat perkataan sang korban yang mengatakan bahwa pendeta ini selalu menyampaikan bahwa akan membawa keluarganya turut serta kesurga.
"Pendeta ini sering kali menyampaikan kepada saya dan juga jemaat yang lain, kalau mau ke surga harus turut serta membawa keluarganya, dan inilah rupanya makna dari perkataanya," ujarnya.
(cr7/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/keluarga-menagisi-jenazah-pendeta-sahat-sinaga-saat-tiba-di-rumah-duka_20150703_145906.jpg)