Guru Perguruan Immanuel Ajukan Mosi Tidak Percaya ke Direktur Harry Jonggi

Para guru-guru Perguruan Kristen Immanuel Medan (PKIM) yang diduga dipecat secara sepihak, mengajukan mosi tidak percaya

TRIBUN MEDAN / ABUL MUAMAR
Para siswa dan guru-guru Perguruan Kristen Immanuel Medan (PKIM) berkumpul dan berunjukrasa atas kebijakan semena-mena yang dilakukan Direktur Harry Jonggi, Selasa (28/7/2015). 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Abul Muamar

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Para guru-guru Perguruan Kristen Immanuel Medan (PKIM) yang diduga dipecat secara sepihak, mengajukan mosi tidak percaya terhadap direktur mereka, Harry Jonggi Pasaribu. Mosi tidak percaya ditandatangani oleh 35 guru yang bertugas mengajar siswa SD, SMP, dan SMA.

"Sebetulnya posisi dia sudah lama kami minta untuk mundur. Kami sudah mengajukan mosi tidak percaya pada tanggal 23 Juni (2015) kemarin. Jumlah itu sudah bisa untuk menurunkan dia. Di sini ada 60 guru," ujar Wilson Siagian, guru Sosiologi yang turut dipecat, Selasa (28/7/2015).

Wilson, yang telah mengajar di SMA Immanuel selama 25 tahun, mengaku kecewa dengan sikap Harry Jonggi.

"Dia mulai mecat-mecati guru sekitar 2013. Total sampai sekarang sudah ada 12 orang yang dipecat sama dia. Dia mecat saya pun gak sesuai prosedur. Kesalahan saya pun gak ada disebutkan," ujarnya.

Hal serupa juga dialami Hasoloan Samosir, guru Matematika, yang telah mengajar selama 28 tahun di sekolah Immanuel.

"Dia orangnya arogan. Kalau gak kami tegur dia, langsung main pecat. Saya dipecat semalam," katanya.

Menurut Hasoloan, Harry Jonggi berbuat semena-mena karena mereka membentuk dewan guru di sekolah.

"Dasarnya dia semena-mena karena kami membentuk dewan guru. Takut dia dijatuhkan. Sementara kami ingin berserikat," katanya.

Hingga sejauh ini, Direktur PKIM, Harry Jonggi belum dapat dimintai keterangan. Ia tak berada di sekolah saat hendak ditemui.

(amr/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved