Ngopi Sore

Pak Jokowi Kalah Cepat, Datuk Najib Duluan Reshuffle

Perombakan kabinet yang dilakukan Najib tidak terkaitpaut dengan ketegasan dan langkah cepat. Sebaliknya, ini adalah puncak dari kepanikannya.

Pak Jokowi Kalah Cepat, Datuk Najib Duluan Reshuffle
AFP PHOTO/MANAN VATSYAYANA
PERDANA Menteri Malaysia Datuk Seri Najib Tun Razak 

JAUH sebelum Lebaran, kabar-kabar perihal perombakan (reshuffle) kabinet pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla telah ramai beredar. Presiden disebut-sebut akan melakukan pergantian menteri di beberapa pos yang dinilai tidak mencapai target kerja.

Faktor lain adalah hubungan antara Jokowi dengan sejumlah menterinya. Konon ada menteri yang mencemooh Jokowi. Ada yang diam-diam mengejek. Bahkan meletuskan kalimat-kalimat bernada kasar saat hadir dalam pertemuan untuk kalangan terbatas -yang rekamannya kemudian, entah bagaimana, dapat menyusup keluar dari ruang pertemuan tersebut.

Wacana perombakan ini sempat diyakini validitas setelah sejumlah media massa nasional melansir kabar bahwa Jokowi, telah meminta para menteri mengumpulkan laporan hasil kerjanya untuk dievaluasi. Diperkirakan, perombakan kabinet akan dilakukan usai lebaran.

Maka kemudian, seperti yang biasa terjadi, mencuatlah keriuhan. Banyak yang mendadak menjelma pengamat, kerasukan analis, hingga tanpa disuruh menjalankan fungsi sebagai pemberi usul, penasihat, pembisik, dan -tentu saja- pendesak.

Jokowi harus begini, Jokowi mesti begitu. Menteri ini cocok dipertahankan, menteri itu tak becus dan wajib diganti. Jokowi jangan sampai tersandera oleh kepentingan-kepentingan politik elite partai pendukungnya. Jokowi harus berani mendepak menteri-menteri titipan yang hanya bisa bergaya namun tak becus bekerja.

Lebaran telah berlalu. Usai pula keriuhan halalbihalal. Namun "bau-bau" reshuffle belum juga tercium. Menteri-menteri yang diperkirakan bakal masuk kotak, masih tetap bekerja. Jokowi tenang-tenang saja.

Sementara itu, nun dari Putra Jaya, Selangor, Malaysia, datang kabar mengejutkan. Perdana Menteri Datuk Seri Najib Tun Razak, mengumumkan perombakan kabinet. Tidak tanggung- tanggung, sebanyak delapan menteri didepak. Lebih separuh berasal dari partai yang mengantarkan Najib ke kursi perdana menteri, United Malays National Organisation.

Namun yang paling mengejutkan dari kebijakan ini adalah, Najib ikut meminggirkan Tan Sri Muhyiddin Yassin, politisi senior dan terhormat yang kerap disebut sebagai UMNO's Number 2.

Peminggiran Muhyiddin Yasin mengingatkan pada peminggiran Datuk Anwar Ibrahim oleh Mahathir Mohamad. Ada dua kesamaan. Pertama, saat dipinggirkan, keduanya telah sampai pada posisi "putera mahkota": UMNO Number 2 dan Deputi Perdana Menteri. Kedua, mereka sama- sama memilih untuk "tidak sependapat" dengan perdana menteri.

"Perbedaan-perbedaan pendapat yang terjadi adalah situasi yang normal. Namun semestinya tidak dinyatakan dalam forum terbuka. Ini bertentangan dengan konsep tanggung jawab kolektif dalam pemerintahan," kata Najib saat mengumumkan reshuffle.

Halaman
12
Penulis: T. Agus Khaidir
Editor: T. Agus Khaidir
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved