Ngopi Sore

Benarkah Sumut Paling Korup?

Secara "resmi", penabalan Sumatera Utara sebagai provinsi yang paling korup dilakukan oleh Indonesia Coruption Watch pada tahun 2014.

Benarkah Sumut Paling Korup?
TRIBUNNEWS/HERUDIN
GUBERNUR Sumut Gatot Pujo Nugroho, saat tiba di Gedung KPK, Jakarta, untuk menjalani pemeriksaan, Rabu (05/08/2015). Gatot dan istri mudanya Evy Susanti telah ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus dugaan penyuapan hakim dan panitera PTUN Medan.

DALAM satu kesempatan kongko-kongko di kedai kopi di kawasan "gaul" tersohor Medan, Jalan Dr Mansyur, saya mengajak beberapa kawan menyebut rekor Sumatera Utara di tingkat nasional.

Danau Toba segera muncul sebagai pembuka yang "ter" dari Sumatera Utara. Inilah danau terluas di nusantara dan danau kaldera terbesar di dunia. Orang Sumut sangat bangga dengan danau yang terletak di tengah provinsi ini.

Danau Toba juga membawa beberapa "prestasi" lain yang ingin kami sematkan dalam dada. Di hulunya, ada air terjun paling tinggi di Indonesia; Sigura-gura. Tingginya 250 meter, hanya delapan meter kalah tinggi dari gedung tertinggi di Jakarta. Tao, danau dalam Bahasa Batak, Toba mengalirkan airnya ke berbagai sungai yang mengurat ke seluruh penjuru daerah.

Airnya mengalir deras di Sungai Asahan yang memiliki jeram dengan grade 4 sampai 5! Sungai Asahan disebut-sebut sebagai tempat berarungjeram terbaik ketiga di dunia setelah sungai Zambesi di Afrika dan sungai Colorado di Amerika Serikat.

Di saku saya ada beberapa lagi catatan yang "ter" dari Sumut. Namun, semuanya (termasuk gunung dengan erupsi terlama: Gunung Sinabung) bukan cetak sejarah yang diukir oleh manusia-manusia Sumatera Utara.

Terus terang, saya agak enggan masuk ke kategori ini. Bukan tentang Sumut yang tahun ini dinobatkan Badan Pusat Statistik sebagai daerah paling banyak jomblonya. Ini karena saya langsung teringat julukan bahwa Sumut adalah daerah (provinsi) paling korup.

Secara "resmi", penabalan Sumatera Utara sebagai provinsi yang paling korup dilakukan oleh Indonesia Coruption Watch (ICW) tahun 2014 lalu. Pemberian gelar ini beberapa tahun lalu mendapat tanggapan yang riuh di Sumut. Ada yang hanya terkekeh lalu berujar, "Ini Medan (Sumut), Bung!", dan ada yang tidak terima serta mempertanyakan metodologi ornop itu.

Kemarahan ini dapat dimaklumi karena menyangkut identitas. Apalagi jika kita bermufakat bahwa pemimpin adalah cerminan rakyatnya. Siapa pula yang suka disebut manusia cemar?

Julukan sebagai daerah paling korup yang sudah coba saya kubur sekian lama, kembali muncul kemarin saat melihat Gubernur Gatot Pujo Nugroho keluar Gedung KPK mengenakan rompi pesakitan berwarna oranye milik KPK.

Saya, mungkin seperti kebanyakan warga Sumut, tidak merasa heran dan sudah mengantisipasi penahanan Mas Gatot. Namun, saya tetap terkejut mencerna pengalaman visual ini. Saya (seperti Wakil Gubernur Tengku Erry Nuradi) ingin menyatakan sungguh merasa prihatin.

Halaman
12
Penulis: Liston Damanik
Editor: T. Agus Khaidir
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved