Sosok Aweng Dimata Calon Bupati Labuhanbatu

"Sebelum mendaftar saya minta izin lewat BlackBerry untuk maju di Pilkada Labuhan Batu. Saat ia menyampaikan pesan, aku dukung kau"

Tayang:
Tribun Medan/Array A Argus
Suasana di dekat rumah duka 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Jefri Susetio

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Tidak sedikit pengurus Organisasi Kepemudaan (OKP) Pemuda Pancasila (PP) memadati kediaman almarhum Anuar Shah atau Aweng di Jalan Kiwi Medan Sunggal sembari menunggu jenazah tiba dari Eropa, Selasa (11/8/2015).

Satu di antara pelayat yang menunggu di rumah duka adalah Andi Suhami Dalimunthe. Andi yang mengenakan busana muslim berwarna putih terlihat duduk bersama pengurus PP lainnya. Matanya berkaca-kaca tatkala teringat pesan Aweng, sapaan Anuar Shah sebelum mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).

"Sebelum mendaftar saya minta izin lewat BlackBerry untuk maju di Pilkada Labuhan Batu. Saat ia menyampaikan pesan, aku dukung kau menjadi calon bupati, jaga kesehatanmu dan aku yakin kau menang dalam Pilkada, titip salam untuk keluarga," ujarnya saat ditemui di rumah duka.

Andi menjelaskan, pesan yang disampaikan Aweng merupakan kalimat terakhir yang paling dikenal. Pesan itu, disampaikan pada 10 Juli lalu, sehingga dia berupaya untuk mewujudkan pesan tersebut agar memberikan kebanggaan kepada Pemuda Pancasila khusus almarhum Aweng.

"Pesan terakhir itu sangat membekas bagi saya. Kedepan saya akan berupaya untuk mewujudkan nasehat Aweng, seperti menang dalam Pilkada dan membina kekompakan di PP. Apalagi, Aweng merupakan sosok pemuda yang sukses merubah cara berpikir kader PP," katanya.

Menurutnya, dalam berbagai kesempatan Aweng selalu berpesan kepada kader Pemuda Pancasila agar mengutamakan pikiran dan kemampuan. Karena itu, seluruh kader PP tidak boleh mengandalkan otot serta fisik dalam menghadapi permasalahan.

"Selama di pimpin Aweng, kader PP berubah, tidak lagi mengandalkan otot. Setiap kegiatan dilakukan pada siang hari dan selalu menyantuni anak yatim serta kaum duafa. Aweng juga mendukung kader-kader PP untuk aktif berpolitik guna melakukan pembangunan di daerah," ujarnya.

Andi merasakan tidak jarak dilakukan Aweng bersama anggota didaerah. Dia merasakan bahwa Aweng sudah seperti abang kandungnya sendiri. Oleh sebab itu, Andi merasakan kehilangan sosok dari Anuar Shah.

"Aweng akan menindak anggotanya yang melenceng dari organisasi dipimpinnya.Meski begitu beliau sangat memperhatikan kesejahteraan seluruh anggotanya. Dukungan untuk terjun dalam politik tidak hanya sekadar bicara, Aweng selalu turun ke daerah dan memberikan bantuan material," katanya.

Andi menuturkan, mendapatkan informasi bahwa jenazah Aweng tiba di Kota Medan pada Selasa (11/8/2015). Jenazah diberangkatkan dari Jerman pada Senin lantaran setiap akhir pekan konsulat tutup.

"Mungkin proses administrasi pemulangan jenazah belum selesai, apalagi, setiap pekan konsulat jenderal di sana tutup. Makanya berangkat Senin dan tiba di Indonesia Selasa siang mendatang. Sekarang, seluruh keluarga berada di Jerman," ujarnya.

Sedangkan, Sekretaris Jenderal Majelis Pimpinan Wilayah Pemuda Pancasila Firdaus Nasution menjelaskan, para anggota PP merasakan kehilangan sosok pemimpin yang mengayomi dan melindungi anggotanya diorganisasi tertua dipimpinnya ini.

"Beliau ini mempunyai komitmen yang kuat, PP harus dekat sama rakyat dan PP harus hadir serta bisa disentuh oleh masyarakat atas keberadaannya saat ini," katanya.

Firdaus juga mengungkapkan bahwa Aweng selalu menyatakan kepada seluruh anggotanya di PP Sumut harus menjadi contoh organisasi kepemudaan (OKP) yang dicintai masyarakat.

"PP ini harus menjadi perekat tali persatuan dan kesatuan. Dan PP juga harus bisa menyelesaikan masalah. Bukan organisasi menimbulkan masalah," ungkapnya.

(tio/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved