Ngopi Sore

Selamat Ibu Puan, Anda Tidak Digeser

Satu-satunya pos menteri koordinator yang selamat adalah pos Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Selamat Ibu Puan, Anda Tidak Digeser
ANTARA FOTO/WIDODO S. YUSUF
PUAN Maharani 

SAAT Presiden Joko Widodo mengumumkan perombakan kabinet, saya sedang mendengarkan kembali rekaman pembacaan puisi WS Rendra, Pesan Pencopet Kepada Pacarnya.

Dan tepat saat presiden memandu para menteri baru mengucap sumpah, saya berhenti pada paragraf ini:

Ngomongmu ngawur tak jadi apa
asal bersemangat, tegas, dan penuh keyakinan
Kerna begitulah cermin seorang menteri

Rendra, menulis puisi ini antara tahun 1970-1971, dan kemudian dimuat di kumpulan Sajak-sajak Sepatu Tua pada 1972. Waktu itu, Soeharto belum genap satu dekade berkuasa. Masa-masa di mana ia diyakini masih menumpahkan jiwa dan raganya untuk bangsa -belum membangun dinasti dan anak-anaknya masih imut, belum mengerti seni bermain-main uang. Dengan kata lain, secara umum boleh dikata, kinerja kabinet Soeharto masih baik.

Tapi sang penyair besar, ternyata, sudah bisa melongok sampai ke "balik dinding". Melihat yang tidak tampak oleh orang lain. Dan ia menarik satu kesimpulan, bahwa menteri-menteri kabinet Soeharto adalah kumpulan orang-orang yang bersemangat, tegas penuh keyakinan, namun ngawur.

Soeharto sudah almarhum. Rendra juga. Dan rezim orde baru runtuh dan lima presiden telah berganti sejak keterjungkirbalikan ekonomi yang meletuskan gejolak sosial besar-besaran, memaksa presiden yang sempat dianggap nyaris tak mungkin disentuh itu meletakkan jabatannya.

Tapi kesimpulan Rendra tak bergeser kemana-mana. Menteri yang bersemangat, tegas penuh keyakinan namun ngawur, tetap ada, dan itulah yang menjadi sebab kenapa perombakan-perombakan kabinet terus dilakukan. Termasuk oleh Presiden Jokowi, siang tadi.

Sebanyak enam pos menteri dirombak. Dua pos diisi oleh menteri yang sebelumnya berada di pos lain. Sedangkan empat menteri merupakan menteri baru.

Banyak poin menarik bisa dicuplik dari momentum ini. Saya ambil dua saja. Pertama, enam pos ini merupakan pos yang riuh. Pertanyaannya, apakah pos lain tak riuh? Tentu sama riuh. Bahkan pos yang ditempati Susi Pujiastuti dan Imam Nuchrowi, misalnya, sangat riuh. Namun keriuhan di bidang perikanan dan olahraga, adalah keriuhan-keriuhan yang timbul dari kebijakan seorang menteri yang bekerja sesuai tupoksi.

Artinya, terlepas dari langkah-langkah (yang diambil sedikit banyak) kontroversial, keriuhan yang menyeruak bukanlah keriuhan yang ngawur. Mafia di bidang kelautan, dan perikanan khususnya, memang harus dilawan dengan cara yang rada-rada gila. Seperti dilakukan Ibu Susi.

Halaman
12
Penulis: T. Agus Khaidir
Editor: T. Agus Khaidir
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved