Newsvideo

Pameran Kerajinan Tangan Khas Sumut di Merdeka Walk

Puluhan stan mengenalkan berbagai kerajinan dari berbagai daerah se-Sumatera Utara hadir di Merdeka Walk mulai dari tanggal 12-16 Agustus.

Tayang:

Laporan Wartawan Tribun Medan / Nikson Sihombing

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Puluhan stan mengenalkan berbagai kerajinan dari berbagai daerah se-Sumatera Utara hadir di Merdeka Walk mulai dari tanggal 12-16 Agustus.

Rospika Siagian, seorang peserta pameran yang menjual ulos batak, aksesoris gelang ulos serta sortali sedang asik melayani pembelinya. Saat diwawancarai Tribun Medan, ia mengatakan hadir untuk mengenalkan adat batak melalui pernak pernik simbol batak bagi kaim muda. Menurutnya, kaum muda akan lebih mudah jatuh cinta dengan kebudayaan jika dikenalkan dengan berbagai macam khasanah kebudayaan seperti aksesioris.

Ia menjelaskan untuk membuat gelang ulos hanya membutuhkan waktu lima menit. Untuk membuat sebuah sortali dengan ukuran besar yang biasa dililitkan di tas butuhkan waktu satu hingga dua hari. Simbol batak yang ia buat dominan berwarna putih, merah dan hitam.

"Untuk membuat sortali yang besar tergantung bahan. Kalau dengan bahan kain ulos yang lebih bagus butuh waktu dua hari agar bisa membuat satu sortali. Oleh karena itu harganya mahal, sampai Rp 100 ribu. Kalau yang paling murah itu gelang tangan yang ukurannya kecil, harganya lima ribu rupiah," ujarnya saat ditemui di Merdeka Walk, Kamis (13/8/2015).

Di stan lainnya, Rama Aritonang mengenalkan berbagai kerajinan tangan dari Kabupaten Humbang Hasundutan. Ia tak datang sendiri, tapi ia ditemani lima orang temannya. Dalam pameran kerajinan daerah tersebut mereka memamerkan tandok atau tempat beras yang terbuat dari plastik bungkus kopi. Satu tandok dihargai Rp150 ribu rupiah.

"Selain itu yang kami pamerakan disini ialah lampion dari bahan kayu, kopi arabika lintong langsung dari Humbang Hasundutan, aquarium hias dengan kayu yang berumur ratusan tahun sebagai tempat potnya. Kami audah ada disini sejak tanggal 12 Agutus kemarin, dan akan tetap disini hingga tanggal 16 Agutus mendatang." ujarnya.

Kepala Sub Bidang Promosi, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Ruminteng Marpaung mengatakan kegiatan tersebut diadakan untuk mengenalkan hasil kerajinan daerah yang ada di Sumatera.

Masing-masing kabupaten kota tidak hanya melulu menampilkan hasil kerajinan tapi juga menampilkan makanan khas daerah seperti keripik, dan kopi.

"Kegiatan ini sudah dimulai sejak pukul 10.00 WIB hingga 22.00 WIB. Acara ini akan rame dari pukul 17.00 WIB hingga malam nanti. Kalau siang agak sepi mungkin karena orang lagi sibuk bekerja jadi tidak mungkin bisa berkunjung ke Merdeka Walk di jam kerja. Ini nanti malam bari ramai," tandasnya. (cr6/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved