Dikira Pelaku Bom Thailand, Model Tampan Ini Serahkan Diri ke Polisi

Untuk membuktikan dirinya bulan pelaku sebenarnya pengeboman di Ibukota Thailand, Bangkok senin kemarin, aktor ini mendatangi kantor polisi

Instagram
Sunny Burns diserang di media sosial mirip pelaku pengeboman di Thailand. Pelaku pengeboman (insert) 

TRIBUN-MEDAN.com - Untuk membuktikan dirinya bulan pelaku sebenarnya pengeboman di Ibukota Thailand, Bangkok senin kemarin, aktor sekaligus model tampan ini mendatangi kantor polisi setelah wajahnya diindentikkan sebagai tersangka pelaku pengeboman.

Sunny Burns yang juga berprofesi sebagai tutor bahasa Inggris langsung selfie di akun instagram miliknya.

Aksi tersebut semata-mata membuktikan bahwa dirinya tidak bersalah sebagai pelaku pengemboman kuil ternama penganut Hindu, Erawan Shrine di Ibukota Bangkok.

"Berbicara dengan polisi. Saya memaafkan semua orang yang menyebarkan isu yang mengerikan tentang saya, Saya bukan teroris tapi aku seorang aktor ting tong (asing)," tulisnya kemarin. 

Menggunakan kata ting tong, yang hanya digunakan oleh orang asing saat ini, Sunny Burns dikenal dalam perannya di film pendek Thailand, "Keep in Touch,".


Sunny Burns saat berada di kantor polisi (Facebook)

Dia sempat memainkan peran sebagai backpacker Perancis yang penuh semangat dan jatuh cinta dengan seorang gadis Thailand di dalam bus.

Seperti yang diketahui dalam detik sebelum ledakan di Kuil Erawan, kamera CCTV merekam seorang pria berkaca mata dengan rambut keriting memakai kaos kuning terlihat meninggalkan tas ransel yang diduga berisi bom.

Dia kemudia meninggalkan ransel tersebut di dalam pagar kuil sebelum melarikan diri. Polisi menyatakan bahwa pria tersebut merupakan tersangka utama peristiwa berdarah yang menewaskan setidaknya 22 orang.

"Saya tidak pernah memakai pakaian itu, aku ini seorang blogger fashion," tulis Sunny di akun Facebooknya.

Sebelumnya beredar isu di media sosial kalau Sunny merupakan orang berbaju kuning, ini menyebabkan polisi mencari rumah Sunny.

Dia juga memposting screenshot dari kamera keamanan sekolah tempatnya bekerja sebagai tutor untuk mengkonfirmasi bahwa ia berada tempat lain saat ledakan itu terjadi.

"Ini bukan perasaan yang bagus, disebut teroris," ujar pria berusia 26 tahun tersebut.

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved