Bangkit Sitepu Ngamuk Dituding Titip Siswa ke SMAN 17
"Apa salahnya rupanya kalau saya bantu? Warga Dapil II itu. Macam agen pula aku kau bikin di SMS-mu ini," katanya.
Laporan Wartawan Tribun Medan/Abul Muamar
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN-Angggota DPRD Medan, Bangkit Sitepu marah-marah saat dikonfirmasi terkait dugaan keterlibatan dirinya menitipkan siswa ke SMAN 17 Medan.
"Bagus-bagus kau ngomong. Bukan apa, itu memang ada saya titipkan warga saya. Apa salahnya rupanya kalau saya bantu? Warga Dapil II itu. Macam agen pula aku kau bikin di SMS-mu ini. Kan udah susah," ujarnya, melalui sambungan telepon, Jumat (21/8/2015).
Dengan nada emosi, Bangkit tak segan-segan menyebut dirinya memang sering membantu warga yang hendak memasukkan anaknya ke sekolah favorit. (Baca: Dua Anggota DPRD Medan Diduga Titip Siswa ke SMAN 17)
"Saya ada bantu masyarakat dapil II untuk dimasukkan ke situ. Kan enggak ada masalah. Tiap tahun ada masyarakat, warga saya minta tolong dimasukkan ke sekolah. Apa salahnya saya tolong?" katanya.
Ia menegaskan, dirinya ikhlas membantu tanpa meminta imbalan.
"Kau cek kalau ada saya minta uang. Terkecuali kalau aku masukin orang, minta uang. Saya tidak pernah meminta uang dari orangtua siswa ataupun siswa. Kalau itu nanti ada kau dengar dari orang, kau jumpakan sama saya. Silakan ekspos besar-besar. Orang minta tolong kan wajar," katanya.
Ada berapa yang Anda bantu kemarin?
"Aku pun enggak tahu entah berapa."
Sepanjang percakapan, Bangkit kesal terhadap Tribun.
"Diduga itu, kan, ibarat macam sudah itulah pekerjaanku. Maksud saya, kita pun berkawannya kita. Wartawan pun saya tahu. Ini bukan soal pahlawan-pahlawan. Kalau bisa saya tolong, saya tolong," katanya.
Tapi, kan, sudah ada aturan mengenai penerimaan siswa baru? Bangkit tak peduli saat ditanya soal aturan.
"Saya tidak ngerti soal itu. Dan tidak pernah saya campuri soal ada 60 persen, 60 persen itu. Itu saya enggak ngerti. Tahu kau, ke USU saya bantu masyarakat minta tolong. Jadi jangan dibelok-belokkan. Maksud aku bisa kau tanya dulu sama orang. Aku enggak nyari uang dengan cara kayak gitu. Biar kau ngerti, ada lagi orangtuanya minta uang untuk beli baju. Itulah tanggungjawab saya kepada warga," katanya.
Sementara itu, anggota dewan Medan lainnya yang juga diduga terlibat, AL, belum dapat dikonfirmasi. Nomor seluler tidak aktif saat dihubungi.
Sebelumnya diberitakan, kecurangan dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ini masih terus tersingkap. Setelah beberapa waktu lalu Tribun menemukan kecurangan di SMAN 1, SMAN 3, SMAN 5, dan SMAN 6, kali ini Tribun menemukan hal serupa di SMAN 17, yang terletak di Jalan Jamin Ginting, Medan Tuntungan.
"Yang saya dengar kawan saya lulus karena anggota dewan. Bangkit Sitepu namanya. Banyak jumlahnya. Saya dengar itu dari cerita teman saya sendiri yang lulus itu," kata TP, seorang peserta yang sempat mencoba mendaftar ke SMAN 17, namun akhirnya tak lulus. (amr/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/bangkit_sitepu_20150821_203916.jpg)