Hati-Hati Penipuan Berkedok Promosi Terjadi di Siantar Plaza

Penipuan berkedok promosi terjadi di Siantar Plaza, kali ini menimpa seorang ibu rumah tangga bernama Nur

TRIBUN MEDAN / ROYANDI HUTASOIT
Sales Kyioshi Elektronik berbincang dengan petugas kepolisian dilantai III Siantar Plaza, Jalan Merdeka, Pematangsiantar, Minggu (23/8/2015) Dalam perbincangan ini polisi meminta uang korban di kembalikan. 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Royandi Hutasoit

TRIBUN-MEDAN.com, PEMATANGSIANTAR - Penipuan berkedok promosi terjadi di Siantar Plaza, kali ini menimpa seorang ibu rumah tangga bernama Nur, Warga Pasar Baru, Sinaksak, Nagori, Dolok Kahean, Kecamatan Tapian Dolok, Kabupaten Simalungun.

Ketika menyambangi Mapolres Siantar untuk membuat pengaduan, ia mengatakan Sabtu (23/8/2015) sekira pukul 18.00 WIB, dia dan suaminya berjalan-jalan di dalam Siantar Plaza. Setiba di lantai 3, mereka dipanggil oleh salah satu sales barang elektronik.

Setelah menjelaskan keuggulan barang dagangannya, 3 sales itu kemudian menawarkan berbagai hadiah bila Nur dan suaminya membeli salah satu barang dagangan mereka.

"Kata sales itu, kalau kami membeli sebuah pemurni air seharag Rp6 juta, maka kami akan mendapatkan seluruh barang elektronik seperti home theatre dan peralatan dapur yang nilainya Rp24 juta," jelasnya di Mapolres Siantar, Minggu sore (23/8/2015).

Diiming-imingi hadiah sebesar itu, Nur dan suaminya tertarik. Apalagi para sales itu menyebut kalau perusahaan mereka memiliki gerai di Hypermart, dan akan mendatangkan Farah Quin, dan Billy untuk demo memasak di Hypermart.

Terlanjur percaya, pasangan ini kemudian setuju membeli pemurni air itu. Tetapi, karena uangnya tidak mencukupi, pasangan suami istri ini kemudian memberikan panjar sebesar Rp1 juta.

Kecurigaan mulai muncul, karena pada malam harinya, salah satu sales enggan mengangkat seluler ketika ditelepon suaminya."Karena sudah curiga, maka tadi pagi saya datang ke Hypermart untuk menanyakan apakah toko elektronik itu punya toko di situ. Tapi kata orang Hypermart gak ada," jelasnya.

Sementara tiga petugas di SPKT yang mendapat laporan, langsung membawa korban ke Siantar Plaza untuk menunjukkan pelakunya. Begitu melihat kedatangan petugas polisi, ketiga pelaku langsung mengembalikan uang milik korban.

Ketika dimintai keterangannya, Pino yang mengaku sebagai manager Kyioshi Elektronik mengatakan, mereka tidak pernah bermaksud menipu. Namun korban merasa curiga karena Pino tidak mengangkat seluler ketika suami korban menelponnya. "Suaminya menelepon udah larut malam, makanya gak saya angkat," jelasnya.

Dia membenarkan kalau pihaknya menawarkan hadiah produk elektronik senilai Rp 24 juta bila pasangan itu membeli sebuah pemurni air merek Alussi seharga Rp6 juta. "Beli ini nanti hadiahnya ada home theater dan yang lainnya," katanya.

Namum ketika sejumlah wartawan menyatakan ingin membeli pemurni air itu dengan harga Rp 6 juta agar mendapatkan hadiah seperti yang ditawarkan pada pasangan itu, Pino menolak dengan dalih hanya orang tertentu yang bisa memperolehnya. "Hanya ibu itu yang bisa membeli, orang bapak tidak bisa," katanya.

(cr7/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved