Ngopi Sore

Tuhan Salah Sambung di Selembar KTP

Nama: Tuhan; Lahir: Banyuwangi, 30-6-1973; Jenis Kelamin: Laki-laki; Agama: Islam; Status Perkawinan: kawin; Pekerjaan: Wiraswasta

Tuhan Salah Sambung di Selembar KTP
ANTARA FOTO/ BUDI CANDRA SETYA

SEORANG tukang kayu di Banyuwangi melayangkan ingatan saya pada Aamir Khan. Teringat pada salah satu adegan puncak dalam PK, filmnya yang sedikit banyak kontroversial (sehingga sampai hari ini, belum ada satu stasiun televisi nasional pun yang berani menayangkan).

Lelaki India yang tampan itu, dalam perannya sebagai mahluk luar angkasa yang bernama PK (Peekay: orang gila/mabuk berat), duduk di ruang studio stasiun televisi India Now. Ia menjadi narasumber acara debat. Lawan debatnya tak tanggung-tanggung, Tapasvi Maharaj, pemuka agama terkemuka yang memiliki banyak pengikut.

Dalam debat itu, Peekay memapar pemikirannya perihal Tuhan dan Ketuhanan. Perihal agama dan kepercayaan. Dan menurutnya, ada dua Tuhan.

Pertama, Tuhan yang menciptakan alam semesta berikut segala isinya, baik benda hidup maupun benda mati. Kedua, Tuhan yang diciptakan. Tuhan yang diperkecil, lalu ditempatkan dalam bisnis bermodalkan rasa takut. Tuhan duplikat yang membuat seluruh amal ibadah dan perbuatan orang-orang yang terjebak, akan berkesudahan sebagai kesia-siaan.

Kenapa? Seperti teknologi komunikasi, Tuhan duplikat adalah nomor yang palsu. Sehingga siapapun yang menghubungi akan mengalami wrong number, salah sambung.

Hanya bedanya, menurut Peekay, kesalahsambungan ini banyak yang tak menyadari. Malah sebaliknya, larut dan berkelindan di dalamnya. Maka kemudian muncullah kaum-kaum pecinta dan pembenci. Kaum yang dengan sangat lantang memaklumatkan diri sebagai pembela dan pelindung Tuhan.

Peekay menertawakan maklumat ini. Katanya, dunia: bumi dan segala apa yang berada di atas dan di dalamnya, hanya sebutir debu di tengah-tengah semesta yang terkasih. Bumi berada di dalam gugus galaksi Bima Sakti yang terdiri dari beribu planet, dan Bima Sakti cuma satu dari entah berapa banyak galaksi. Dan Tuhan menciptakan semuanya.

Lalu bagaimana, manusia yang lebih halus dari debu, tega memaklumatkan diri sebagai pembela dan pelindung Tuhan? "Dia tidah butuh perlindungan. Dia bisa melindungi diri-Nya sendiri," kata Peekay.

Saya teringat lagi pada PK dan Aamir Khan setelah seorang tukang kayu dari Banyuwangi menghadirkan keterkejutan. Dia belum sampai pada level seperti Tapasvi Maharaj atau pemuka-pemuka agama yang mengaku bisa menjadi "perantara" antara manusia dengan Tuhan. Dia juga bukan manusia sesat pikir yang mengaku sebagai Tuhan, atau jelmaan Tuhan, atau titisan Tuhan. Dia adalah Tuhan itu sendiri.

Iya, setidaknya demikian yang tertera pada Kartu Tanda Penduduk-nya. Nama: Tuhan; Lahir: Banyuwangi, 30-6-1973; Jenis Kelamin: Laki-laki; Alamat: Dusun Krajan RT001/RW002, Kluncing, Licin; Agama: Islam; Status Perkawinan: Kawin; Pekerjaan: Wiraswasta; Kewarganegaraan: WNI.

Halaman
12
Penulis: T. Agus Khaidir
Editor: T. Agus Khaidir
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved