Kepala SMAN 4 Medan Akui Terima Siswa Siluman
Kepala SMAN 4 Medan, Ramli, mengakui bahwa pihaknya memang membuka satu kelas "siluman" pascapenyelenggaraan PPDB
Laporan Wartawan Tribun Medan / Abul Muamar
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kepala SMAN 4 Medan, Ramli, mengakui bahwa pihaknya memang membuka satu kelas "siluman" pascapenyelenggaraan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).
"Memang benar awalnya kami hendak membuka 11 ruangan. Tapi kemudian ada banyak tekanan dari masyarakat luar. Selain itu juga banyak guru-guru yang tidak memenuhi jam mengajar untuk mendapatkan sertifikasi. Jadi kami pikir tidak ada salahnya kami terima, kami buka lagi satu kelas," ujarnya, Selasa (1/9/2015).
Disampaikan Ramli, pihaknya menambah satu kelas tambahan yang diisi oleh 40 siswa. Sehingga, siswa kelas X kini ada sebanyak 480 siswa, dan dibagi ke dalam 12 kelas. Padahal, pada saat PPDB beberapa waktu lalu, SMAN 4 mengumumkan akan menerima 421 siswa dan akan ditambah dengan 19 siswa yang tinggal kelas, untuk kemudian dibagi ke dalam 11 kelas.
Ramli menyebut, dalam menerima siswa siluman tersebut, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kota Medan.
"Kami sudah melapor ke Dinas (Pendidikan). Mana mungkin kami berani mengambil tindakan kalau nggak melapor. Kami melapor secara lisan. Kepada kepala dinas sudah, dengan Bu Kabid, Bu Elly sudah," ujar Ramli.
Terkait adanya beberapa kelas yang jumlah siswanya melebihi 40, Ramli beralasan itu hanya pada saat mata pelajaran tertentu saja.
"Kalau itu hanya kebetulan pelajaran agama Islam. Jadi ada penggabungan," ujarnya.
Adapun untuk menampung 40 siswa siluman tersebut, SMAN 4 menggunakan ruang koperasi.
Ramli berulang kali menyebut bahwa pihaknya terpaksa menerima siswa sisipan lantaran desakan dari masyarakat. Namun, saat ditanya siapa yang dimaksud dengan masyarakat itu, ia cemas menjawabnya.
"Ya, masyarakat Kota Medan. Yah," katanya, sambil senyum agar wartawan tidak menanyainya terlalu dalam.
Dicecar terus, Ramli tetap enggan menyebutkan.
"Kita, gini aja lah. Apapun ceritanya, itu masyarakat Medan. Kita orang timur, harus pakai adat timur. Apapun ceritanya, masyarakat Medan, kan udah saya jelaskan tadi," ujarnya.
Sebelumnya, empat anggota Komisi B DPRD Medan melakukan sidak mendadak ke SMA Negeri 4 Medan, Selasa (1/9/2015). Sidak dilakukan terkait adanya kecurangan-kecurangan dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di sekolah yang berada di Jalan Gelas tersebut.
Pada sidak tersebut, ditemukan bahwa ada satu ruang kelas X tambahan, di luar jumlah ruang kelas dan kuota siswa yang diterima saat PPDB beberapa waktu lalu.
(amr/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/siswa-sma-negeri-4-medan-tribun-medancom_20150901_174514.jpg)