Parang Ditempel di Leher, Wanita Ini Serahkan Sepeda Motornya
"Peristiwa itu terjadi saat saya mau pulang ke rumah. Sebelumnya, saya mengunjungi rumah nenek yang sedang sakit di Bandarsetia. Biasanya aman"
Laporan Wartawan Tribun Medan / Jefri Susetio
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Syafitri (26) warga Jalan Pertiwi, Perumnas Mandala, Medan, hanya pasrah menyerahkan sepeda motor serta harta benda saat empat kawanan perampok menempelkan parang di lehernya, Rabu (2/9/2015) malam.
Syafitri menceritakan, empat kawanan perampok memepetnya saat melintas di kawasan Jalan Benteng Hilir/Titi Sewa, Bandar Klipah Percutseituan tepatnya di area pinggiran sungai menuju Tembung. Sepinya, pengendara yang melintas sebabkan kawanan perampok berhasil mengambil sepeda motornya.
"Peristiwa itu terjadi saat saya mau pulang ke rumah. Sebelumnya, saya mengunjungi rumah nenek yang sedang sakit di Bandarsetia. Biasanya aman, cuma tiba-tiba ada empat pelaku menendang dan sodorkan parang ke leher," ujarnya di pekarangan Polsek Percut Seituan, Kamis (3/9/2015).
Perempuan berkulit putih ini menambahkan, seluruh pelaku mengendarai sepeda motor Honda Vario. Akibat perampokan itu, ia mengalami kerugian hingga belasan juta karena empat kawanan perampok berhasil membawa satu unit sepeda motor Honda Vario BK 6873 AFR warna hitam miliknya.
"Mereka berhasil mengambil sepeda motor serta dompet berisikan uang tunai Rp1 juta, ATM BCA, KTP, SIM serta surat berharga lainnya.Mereka ada empat orang membawa parang panjang, satu pelaku mengancam saya, karena takut saya tidak berani menjerit," katanya.
Sementara itu, Kepala Unit (Kanit) Reskrim Polsek Percut Seituan Ajun Komisaris Polisi Luhut B Sihombing, mengatakan sudah menerima laporan dari Fitri dan sedang dilakukan penyelidikan.
"Sudah kita terima dan masih dalam penyelidikan, segera ditindaklanjuti," ujarnya.
(tio/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/jambret-tas-ibu-ibu-tribun-medancom_20150820_163444.jpg)