Tampilan Gagah Honda C70 dengan Gaya Bobber
Wahyu Hidayat mengatakan, sepeda motor yang sudah berusia 33 tahun miliknya itu masih mampu menempuh perjalanan jauh. Naik turun bukit dapat dilalui
Laporan Wartawan Tribun Medan/Nikson Sihombing
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN-Motor Honda C70 keluaran 1982 ternyata bisa tampil oke dengan tampilan bobber.
Sang pemilik, Wahyu Hidayat mengatakan, sepeda motor yang sudah berusia 33 tahun miliknya itu masih mampu menempuh perjalanan jauh. Naik turun bukit dapat dilalui dengan mulus.
"Aku lebih suka tampilan bobber karena ketika berjalan lebih kokoh ketika melaju di jalan berbatu. Selain lebih kokoh, juga lebih keren dan berbeda. Jarang kita jumpai sepeda motor jadul tapi memiliki ban besar. Sepeda motor jadul biasnya berukuran 2.25 X 17. Tapi ini aku ubah jadi 5.00 X 16," katanya saat ditemui di sebuah kafe di komplek perumahan Setia Budi Indah, Selasa (8/9/2015).
Ia mengatakan kendala paling sulit untuk membuat ban yang besar pada sepeda motornya ialah memodifikasi velg sepeda motor. Ia mengakalinya dengan cara mengambil velg mobil lalu dibelah dan dibubut, kemudian dimodifikasi agar memiliki lubang jari-jari. Lalu untuk finishing, di-cat warna hitam.
"Untuk memodifkasi velg saja butuh waktu tiga minggu. Semua harus teliti kalau tidak, ban akan baling. Untuk ban dalamnya aku juga menggunakan ban dalam mobil yang sesuai dengan ukuran ban luar," katanya.
Ia juga mengganti mesin sepeda motor yang semula 70 CC menjadi mesin motor Honda Revo 110 CC. Selesai urusan mesin, ia mengganti semua baut menjadi baut L dan baut monel dengan warna krom.
"Untuk modifikasi aku habis Rp25 juta. Bagian yang paling mahal kaki dan ban custom. Bagian yang paling susah ditemukan, konsep rangka sepeda motor jadul karena sudah langka," ujarnya.
Di bagian shock depan sepeda motor ia menggunakan shock pabrikan Yamaha Byson, sedangkan pada roda belakang ia menggunakan shock Honda Beat. Tepat di bawah shock tersebut terdapat piringan cakram copotan dari Yamaha RX King dan bagian belakang cakram yang biasa digunakan di pada Yamaha Vixion.
“Untuk bagian stang sepeda motor aku menggunakan stang yang sudah di custom. Untuk penerangan aku pakai variasi dari Harley Davidson. Letak stater masih aku buat berada di bawah, di dekat mesin agar terkesan klasik. Tapi itu juga sudah aku ubah dari stater mobil Toyota Starlet,’’ katanya.
Demi persiapannya ke kota Yagyakarta bulan April tahun depan, kini ia menyematkan grafir Horas pada mesin sepeda motornya. Maksud grafir tersebut adalah untuk mengenalkan kata sapaan yang biasa digunakan oleh suku batak itu ke masyarakat luar.
"Untuk membuat grafir itu butuh waktu satu minggu dan pembuatannya justru bukan di Medan. Aku membuatanya bulan Juli kemarin di bengkel grafir District70 di Yogyakarta. Jadi lama dalam membuatnya karena untuk mengirim barang ke Yogyakarta butuh waktu dua hari dan pengiriman balik ke Medan juga dua hari," katanya. (cr6/tribun-medan.com)