Kisah Inspiratif
Gelandangan yang Selalu Diusir Ini Ternyata Malaikat Penolong
Tanpa pernah disadarinya, gelandangan yang tiap hari ia perlakukan dengan kasar, ternyata menjadi malaikat penolong baginya.
Penulis: T. Agus Khaidir | Editor: T. Agus Khaidir
THAILAND ada gudang iklan komersial kreatif. Terutama iklan yang diproduksi untuk ditayangkan di televisi. Mulai dari yang super konyol sampai yang sungguh menginspirasi.
Iklan-iklan asuransi Thailand sangat kesohor dan paling potensial menguras air mata. Selain tentunya menjadi inspirasi karena pesan-pesan yang terkandung di baliknya.
Sejak satu bulan lalu tayang satu iklan baru. Iklan produk kamera CCTV, sesungguhnya. Namun orang-orang kreatif di balik iklan tersebut mampu meracik cerita dan mengetengahkan gambar-gambar yang mengesankan.
Iklan mengetengahkan kisah di salah satu sudut Kota Bangkok. Seorang lelaki tua pemilik sebuah kedai koran, majalah dan buku, merasa sangat terganggu pada ulah gelandangan.
Saban pagi, saat akan membuka tokonya, ia melihat gelandangan ini tertidur di emperan persis di depan toko.

Supri (kiri) dan Putri mengumpulkan barang bekas di Jalan Permata Raya, Poris Plawad, Tanah Tinggi, Kota Tangerang, Kamis (10/11/2016). (Kompas.com).
Baca: Tak Peduli Dirisak Teman, Bocah Cilik Ini Kukuh Bantu Orangtua Bayar Utang dengan Cara Ini
Maka segala upaya ia lakukan untuk menghalau gelandangan tersebut. Ia pernah mengguyurkan seember air yang membuat gelandangan itu gelagapan, lalu lari terbirit-birit.
Ia sering menendangnya. Sering menyodok tubuhnya dengan gagang sapu. Tidak jarang melemparnya dengan botol-botol air mineral bekas.
Lelaki pemilik toko kian mendongkol karena belakangan, gelandangan yang jorok ini kadangkala muncul pula saat tokonya masih buka.
Baca: VIDEO: Mengagumkan, Pria Tiada Lengan Bawah Ini Mampu Guratkan Lukisan nan Memukau
Bahkan di saat-saat yang "tidak tepat", seperti ketika ia sedang menyantap makanan. Tak ayal, kemarahannya pun kian meledak-ledak.
Sampai suatu hari, tatkala ia membuka toko, ia tak mendapati gelandangan itu. Mula-mula ia merasa lega.
Namun setelah pada hari berikutnya, dan berikutnya, dan berikutnya lagi gelandangan tersebut tetap tak muncul, ia mulai merasakan keanehan. Ia merasa kecarian.
Melihat itu, pemilik toko sebelah, seorang perempuan tua yang sering melihat aksinya menghalau sang gelandangan, berkata bahwa ia tidak akan pernah melihat gelandangan itu lagi. Gelandangan itu sudah pergi jauh.
Baca: Istri Kerap Disebut Tak Cantik, Ini Jawaban Mencengangkan Pendiri Facebook
Penasaran dengan kalimat ini, lelaki pemilik toko membuka rekaman CCTV yang ia pasang di depan tokonya.
Dan ia tersentak, terhenyak, lalu tenggelam dalam tangis, setelah mengetahui betapa tanpa pernah disadarinya, gelandangan yang tiap hari ia perlakukan dengan kasar, ternyata menjadi malaikat penolong baginya.
Pada gelandangan inilah ia mendapatkan jawaban mengapa dinding tokonya tidak pernah kotor oleh grafiti. Gelandangan inilah yang mengusir orang-orang iseng yang hendak mencorat-coret dinding tokonya.
Pada gelandangan ini pula ia menemukan jawaban kenapa di depan tokonya tidak pernah ia temukan sampah-sampah berserakan atau bau pesing. Ternyata, gelandangan inilah yang mengusir orang-orang tak bertanggungjawab.
Namun yang membuatnya paling dilanda pilu adalah bagian terakhir pada rekaman. Dua orang hendak membongkar toko. Gelandangan itu datang dan bertarung dengan mereka. Pembongkaran gagal dilakukan namun gelandangan itu tewas ditikam.
Begitulah. Kebencian memang bisa membutakan. Padahal di balik kebencian itu bisa jadi tertanam kebaikan. Yang miris adalah, seringkali, kebaikan terungkap sangat terlambat.
Iklan ditutup dengan pesan yang menohok, yang bisa dicermati dari dua sisi makna, langsung dan tersirat: there much more truth that you are blind to.(ags)