Jemaah Haji Asal Medan Ditimpa Crane Saat Baca Al-Quran

Jatuhnya alat berat proyek (crane) di Masjidil Haram, Mekkah, Jumat (11/9/2015) sekitar pukul 17.30 memakan banyak korban, dari Kota Medan

Tribun Medan / Tarmizi
Suami korban crane yang selamat Fachruddin Rifai (49) Rabu (7/10) di Asrama Haji Medan saat memberi keterangan. 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Tarmizi Khusairi

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Jatuhnya alat berat proyek (crane) di Masjidil Haram, Mekkah, Jumat (11/9/2015) sekitar pukul 17.30 memakan banyak korban.

Dari Kota Medan ada dua orang yang wafat atas nama Sapriani binti Baharuddin Abdullah (50) asal Medan dan Painem binti Dalio Abdullah (57) yang luka-luka ada dua orang atas nama Iriani Widya Ningsi dan Dewi.

Ketua Kelompok Bimbingan Ibadah Haji Raudoh, Ilyas Halim mengatakan, ke empat orang tersebut menjadi korban jatuhnya crane.

Ilyas menceritakan, waktu asar keempat korban crane tersebut di Masjidil Haram untuk membaca Al-Quran.

Ilyas sebenarnya ingin ke Masjidil Haram, namun karena ada badai pasir, ia pun menunda keberangkatannya dan memilih tetap di pemondokan.

"Dari info yang saya himpun, ke empat orang tersebut duduk dan membaca Al Quran saat jatuhnya crane. Dua wafat dan dua orang lagi luka-luka," katanya sambil memegang bahunya sebelah kanan, menunjukan posisi retaknya bahu Iriani. Di Asrama Haji Medan, Rabu (7/10/2015).

"Yang luka-luka bernama Dewi dan Iriani. Kondisi Dewi tidak begitu parah, namun yang satu lagi mengalami luka agak serius dan retak." 

Jenazah lanjutnya, dimakamkan di tempat makam para keluarga raja. Ilyas berpendapat, musibah crane merupakan petunjuk Allah, dan korban yang wafat mati dalam keadaan syahid.

Karena jatuhnya crane, terjadi pada hari Jumat yang membuat ia yakin, ditambah lagi yang menyolatkan yang wafat sangat banyak sekali manusianya.

Sementara itu suami korban yang selamat, Fachruddin Rifai (49) mengatakan, istrinya Iriani Widya Ningsi dalam keadaan membaik setelah tiba di Tanah Air.

"Waktu kejadian itu istri saya lagi membaca juz 11, disitulah terputus bacaanya, dan ia dilarikan ke Rumah Sakit King Faisal. Saat kejadian saya tidak dengan istri, kami tidak bisa sama waktu itu," katanya.

Saat Tribun mencoba mewawancarai korban crane yang selamat Iriani, suaminya melarang.

"Jangan lah saya takut sedih dia, cukup la saya saja," ucapnya.

Pantauan Tribun, kedua korban yang selamat Dewi dan Iriani sempat menangis, beberapa saat masuk ke dalam Gedung Madinatul Hujjaj Asrama Haji Medan.

(Tar/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Tags
haji
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved