Distanla Medan Kembangkan Varietas Jambu Air Madu
"Bahkan sudah banyak dipasok ke kantor-kantor camat, kantor dinas, kantor lurah. Pohon-pohon mereka itu semua asalnya dari sini,"
Laporan Wartawan Tribun Medan / Abul Muamar
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Dari sekian banyak buah-buahan yang dihasilkan di negara beriklim tropis macam Indonesia, jambu air menjadi buah primadona akhir-akhir ini. Kelezatan buah yang bisa dimakan dengan praktis ini bahkan membuat banyak orang rela merogoh saku lebih dalam untuk dapat menyantap buah ini.
Tentu tak sembarang jambu air. Adalah jambu air madu yang membuat orang-orang tergiur. Buahnya begitu manis dan relatif bersih dari ulat dan busuk, tak seperti jambu-jambu air pada umumnya. Di pasaran, harga jambu ini mencapai Rp 35 - 50 ribu per kilogram. Di pasar modern harganya bahkan bisa sampai Rp 90 ribu. Tak ayal, kini banyak masyarakat yang mulai menanam sendiri jambu madu pekarangan rumahnya.
Menyadari hal ini, Dinas Pertanian dan Kelautan (Distanla) Medan pun tak ketinggalan langkah. Beribu-ribu pohon jambu air madu terhampar di pekarangan Kantor Distanla, di Jalan Keramat Indah, Kelurahan Selambo Amplas, Kecamatan Medan Amplas. Mulai dari yang berumur sebulan, hingga yang siap berbuah. Belum lagi yang masih dalam pembibitan.

Kepala Unit Pelaksana Tugas (UPT) Pengembangan Bibit Holtikultura dan Peternakan Distanla Medan, Muslim Harahap, mengatakan, pohon-pohon jambu air madu di pekarangan Distanla ini ditanam hanya kurun dua tahun terakhir.
"Bahkan sudah banyak dipasok ke kantor-kantor camat, kantor dinas, kantor lurah. Pohon-pohon mereka itu semua asalnya dari sini," ujar Muslim, saat menemani Tribun berkeliling kebun buah milik Distanla Medan, Jumat (9/10/2015).
Sembari menyiangi daun-daun yang telah menguning, Muslim menjelaskan, menanam jambu air madu ini tidaklah sulit. Jambu ini bisa diperbanyak cukup dengan cara disetek. Jika dirawat dengan baik, kata Muslim, jambu air madu yang ditanam dengan metode setek dapat berbuah hanya dalam waktu enam bulan. Sementara di pasaran, harga satu batang pohon jambu air madu ini berkisar antara Rp 50 - 500 ribu, tergantung usia.
"Yang umur-umur sebulan ini aja Rp 50 ribu gak kemana," katanya.

Jambu madu ini juga dapat dikawin silang antara satu varietas dengan varietas lainnya untuk mendapatkan varietas baru. Terbukti, tak butuh waktu lama, Distanla Medan berhasil 'menciptakan' dua varietas jambu madu baru dan telah diakui dan diberi label putih oleh Kementerian Pertanian pada bulan Februari lalu.
Keduanya adalah Jambu Air Deli Hijau dengan nomor label A.0103/SU/I.01/MDN/02/2015 dan Jambu Air Kesuma Merah dengan nomor label Jb.A.0104/SU/I.42/MDN/02/2015.
"Ini baru aja kita dapatkan kemarin. Inilah induknya ini. Sekarang Binjai pun udah kalah sama kami," ujar Muslim.
(amr/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/jambu-air-deli-hijau-tribun-medancom_20151009_160055.jpg)