Chairul Tanjung si Anak Singkong Dibilang Anak King Kong
Para pengunjukrasa masing-masing membentangkan poster berisi kekecewaan yang mengarah kepada Chairul Tanjung. Selain dugaan pemecatan sepihak
Laporan Wartawan Tribun Medan / Abul Muamar
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Puluhan massa yang merupakan mantan pekerja PT Bank Mega Syariah berunjukrasa di depan Gedung DPRD Medan, Selasa (13/10/2015). Mereka menyuarakan keberatan atas dugaan pemecatan secara sepihak yang dilakukan oleh bank milik Chairul Tanjung tersebut.
Para pengunjukrasa masing-masing membentangkan poster berisi kekecewaan yang mengarah kepada Chairul Tanjung. Selain dugaan pemecatan sepihak, massa juga menuding pihak Bank Mega Syariah membayar gaji pekerja di upah minimum kota (UMK) Kota Medan, menghilangkan tunjangan jabatan, dan memutasi pekerja secara sepihak.
Teriakan-teriakan dari massa bersahut-sahutan.
"Chairul Tanjung dulu anak singkong. Sekarang anak kingkong!"
"Bank Mega Syariah telah menerapkan teori pembodohan!"
"Bank Mega Syariah berbasis syariah. Kenyataannya karyawannya terzalimi!"
Selain diduga melakukan pemecatan secara sepihak, Bank Mega Syariah juga diduga tidak membayarkan pesangon pekerjanya.
"Giliran untung diam-diam aja. Giliran rugi berkoar-koar dan tak mau membayar pesangon kami!"
(amr/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/mantan-pekerja-pt-bank-mega-syariah-demo-tribun-medancom_20151013_141246.jpg)