Konsentrasi Partikulat di Medan Dekati Empat Kali Ambang Batas

Pencemaran udara yang disebabkan tebalnya kabut asap di Kota Medan semakin meningkat. Data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika

Tribun Medan/Risky Cahyadi
Pengendara menembus kabut asap di Fly Over Pulo Brayan Medan, Rabu (22/10). Kebakaran lahan dan hutan di Jambi dan Riau menyebabkan Kota Medan kembali diselimuti kabut asap pekat. 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Jefri Susetio

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Pencemaran udara yang disebabkan tebalnya kabut asap di Kota Medan semakin meningkat. Data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan polusi udara yang diukur dari konsentrasi partikulat hampir empat kali lipat dari ambang batas.

Kristin Matondang, staf pelayanan informasi dan jasa Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah I Medan mengatakan, tebalnya kabut asap ini menyebabkan polusi udara cukup tinggi di Medan sekitarnya.

"Pada pukul 13.00 WIB, BMKG mencatat konsentrasi partikulat PM10 mencapai 549,12 ugram/m3. Kondisi ini jauh dari Nilai Ambang Batas (NAB) konsentrasi polusi udara yang diperbolehkan berada dalam udara yaitu 150 ugram/m3. Jadi kondisi udara ini masih sangat tidak sehat," ujarnya saat dihubungi, Jumat (23/10/2015).

Selain itu, situs bmkg.go.id juga mencatat kondisi udara di Pekanbaru, Riau lebih parah pada jam yang sama. Konsentrasi partikulat di daerah ini mencapai 623.61 ugram/m3. Sedangkan di Jambi, konsentrasi partikulat di udaranya terus menurun meski masih berada jauh di atas ambang batas. BMKG mencatat angkanya sudah 456.04 ugram/m3.

"Kondisi membaik juga terjadi di Kota Palembang. Meski pada pagi hari tercatat konsentrasi partikulat 573.11 ugram/m3, pada pukul 13.00 WIB angkanya sudah menjadi 289.79 ugram/m3. Polusi terparah tercatat di Palangkaraya. Angka partikulat pada udara sudah mencapai 2.079.61 ugram/m3," katanya.

Dia menambahkan, kabut asap yang menyelimuti Kota Medan kiriman dari daerah lain seperti Riau, Sumatera Selatan dan Jambi. Asap dibawa angin yang bergerak dari tenggara.

"Angin membawa asap dari wilayah Riau, Jambi dan Sumsel. Tidak ada titik panas terpantau di wilayah Sumut. Hotspot tersebar di Riau, Jambi dan Sumsel," ujarnya.

(tio/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved