Kekeringan Ogan Ilir Semakin Parah, Warga Sulit Dapatkan Air Bersih

Kekeringan yang melanda wilayah Kabupaten Ogan Ilir Sumatera Selatan semakin parah.Hujan yang tak kunjung turun lebih dari 4 bulan membuat warga

Kekeringan Ogan Ilir Semakin Parah, Warga Sulit Dapatkan Air Bersih
KOMPAS.com/AMRIZA NURSATRIA
Romadona harus masuk ke dalam tanah galian sedalam 2,5 meter untuk mengambil air bersih, sayang air tersebut tidak bisa digunakan karena berkarat dan berbau menyengat 

TRIBUN-MEDAN.com, INDRALAYA - Kekeringan yang melanda wilayah Kabupaten Ogan Ilir Sumatera Selatan semakin parah. Hujan yang tak kunjung turun lebih dari 4 bulan membuat warga semakin sulit memperoleh air bersih.

Romadona, warga Desa Arisan Jaya, Kecamatan Pemulutan Barat, mengaku sudah lebih dari 4 bulan sulit mendapatkan air untuk mandi, mencuci, dan memasak.

“Sudah lebih empat bulan kami di sini kesulitan air bersih Pak,” kata Romadona, Sabtu (24/10/2015).

Untuk mengatasi kesulitan air bersih, Romadona mencoba membuat galian sedalam 2,5 meter lebih di sekitar rumahnya menggunakan cangkul.

Namun air yang keluar namun tidak layak digunakan karena berkarat dan berbau menyengat.

Romadona sendiri sudah mencoba mengatasi dengan cara menyaring air dari galian menggunakan saringan air yang dibuat menggunakan ember yang diisi pasir.

“Air hasil penyaringan masih berkarat dan baunya tidak hilang Pak. Jika dipakai untuk mandi badan terasa gatal, jadi tidak bisa digunakan,” tambah ibu satu anak ini.

Untuk memenuhi air bersih Romadona mengaku harus mengambil di sebuah sungai di ujung desa dengan cara berjalan kaki sejauh 2 kilo meter.

Sedangkan untuk keperluan air minum, Romadona terpaksa membeli air galon isi ulang dengan harga Rp 3.500 per galon. Dalam sehari ia membeli setidaknya 2 galon.

“Berat Pak kalau setiap hari harus membeli air galon terus,” katanya lagi.

Romadona berharap pemerintah setempat dapat membuat jaringan pipa PDAM di desanya, atau membuatkan sumur bor agar warga tak lagi sulit mendapatkan air bersih. (*)

Editor: Sofyan Akbar
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved