Jintar Simanjuntak Sering Lihat Latihan Akhirnya Jadi Atlet Karate
Jintar Simanjuntak, tak pernah menduga akan menjadi atlet karate apalagi menjadi karateka tingkat nasional dan internasional.
Laporan Wartawan Tribun Medan / Nikson Sihombing
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Jintar Simanjuntak, tak pernah menduga akan menjadi atlet karate apalagi menjadi karateka tingkat nasional dan internasional.
Kecintaannya terhadap karate bermula ketika ia sering melihat orang yang berlatih karate di dekat rumahnya di jalan Krakatau pada tahun 2002 silam. Saat itu ia masih duduk di kelas tiga Sekolah Menegah Pertama.
"Saat itu aku sering lihat orang latihan dekat rumah di Pelindo I, di dekat jalan tol Balmera. Nah saat itu aku ikut hanya untuk sekadar ikut saja. Ya akhirnya jadi ikut latihan bersama dengan orang yang ada disitu ," katanya.
Ia mengatakan, pengalamannya sewaktu menggunakan sabuk putih mendapat banyak kritikan dari pelatih. Satu pengalaman yang dialaminya ialah karena gerakannya kaku, dan berat saat latihan karate.
Hal itu membuatnya sering kalah dalam sparing partner dan membuatnya mengalami cedera
Namun berkat keuletannya dalam latihan ia berhasil meraih juara. Setiap kalah dalam bertanding ia selalu mengoreksi dirinya sendiri agar tidak salah lagi dalam pertandingan berikutnya.
Lalu hasil koreksinya tersebut ia sering menang dalam pertandingan tingkat daerah hingga akhirnya terpilih untuk mewakili Sumut dalam pertandingan kerjurnas.
Dalam seleksi tingkat kejurnas ia juga harus mengalami banyak pengalaman pahit. Sempat ia akan dicoret dari tim karate Sumut karena tidak bisa ikut seleksi. Ia hampir dicoret karena cedera yang dideritanya dan dianggap tidak bisa mengikuti pertandingan lagi.
"Pada pertandingan SEA Games 2011, 2012, dan 2013 kemarin nama saya hampir dicoret. Saya dicoret karena sedang cedera dan akan digantikan oleh atlet lain yang masih sehat. Tapi akhirnya saya bisa membuktikan saya bisa bertanding. Lalu pada tahun 2012 kemarin saya meraih medali emas ," ujarnya.
Ia bercerita waktu masih SMP ia lebih ingin menjukkan jati dirinyandan kemampuannya dalam bertanding. Namun lama kelamaan hal itu hilang karena kemampuannya dalam karate tidak harus ditunjukkan di jalanan. Baginya kemampuan dalam bela diri karate lebih baik ditunjukkan di ring pertandingan.
" Dulu sempat berpikir karate adalah wadah untuk anggar jago. Tapi akhirnya aku sadar ada wadah untuk menunjukkan kejagoan dalam karate. Caranya ialah bertanding dalam kelas seni gerak dan kelas komite atau tarung di atas ring ," katanya mengakhiri. (cr6/tribun-medan.com)
Nama : Jintar Simanjuntak
Lahir : Medan, 4 November 1987
Ayah : Alm. Ramli Simanjuntak
Ibu : Masintan Siagian
Alamat : Jalan Antara 1 Golden Town House bPondok Kelapa Blok B nomor 25
SD : HKBP Nomennsen, Medan
SMP : Negeri 24, Medan
SMA : Krakatau Medan
Perguruan Tinggi : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) murusan Ekonomi
Prestasi :
Medali perak : SEA GAMES di Laos 2009
Medali emas : SEA Games di Indonesia 2011
Medali emas : (kelas beregu) di SEA Games Inonesia 2011
Juara 3 : SEA Cup di Vietnam
Medali emas : SEA Games di Myanmar 2013
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/atlet-karate-sumut-jintar-simanjuntak_20151025_193211.jpg)