Breaking News:

Mustafrizal: Kebijakan Pencabutan Subsidi Listrik Bukan dari PLN

Pemerintah berencana mencabut subsidi listrik untuk pelanggan rumah tangga yang memakai daya 450 dan 900 VA. Pencabutan ini dilakukan

Editor: akb lama
Tribun Medan / Ammar
Humas PLN Sumut, Mustafrizal 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Ryan Achdiral Juskal

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Pemerintah berencana mencabut subsidi listrik untuk pelanggan rumah tangga yang memakai daya 450 dan 900 VA. Pencabutan ini dilakukan pada masyarakat yang dianggap mampu. Kebijakan ini pun menjadi sorotan berbagai kalangan. Sebab, kebijakan pencabutan subsidi ini bisa menimbulkan efek domino.

Humas PLN Sumut, Mustafrizal mengatakan, pada intinya pencabutan subsidi listrik tidak dilakukan oleh PLN. Kebijakan pencabutan subsidi lahir dari pemerintah. Melalui rapat Kementerian ESDM dan Komisi VII DPR RI, maka keluarlah kebijakan ini dan PLN ditunjuk sebagai operator.

"Yang harus diluruskan, kebijakan ini sebenarnya untuk tepat sasaran. Kebijakan ini tidak lahir dari PLN. Tapi, dari pemerintah melalui Kementerian ESDM yang sudah merapatkannya dengan Komisi VII DPR RI. Jadi, subsidi PLN untuk 2016 dipotong hampir 50 persen. Sebelumnya 66 triliun menjadi 37,3 triliun," ujarnya Senin (2/11/2015).

Dijelaskannya, saat ini data PLN secara nasional ada 45 juta pelanggan yang memakai listrik bersubsidi. Sementara itu,
data dari Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) rakyat miskin hanya 27,4 juta Kepala Keluarga (KK).

"Yang menjadi permasalahan, data dari TNP2K itu berbeda dengan data pelanggan kita yang nemakai subsidi. Jadi benar-benar harus diluruskan, agar aliran listrik bisa tepat sasaran," katanya.

(raj/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved