Bisa Mandi Air Panas dan Dingin di Pemandian Glugur
Penduduk menyakini batu liat bisa mencegah jerawat dan memutihkan. Sehingga wisatawan yang datang kerap dianjurkan untuk memakainya.
Laporan Wartawan Tribun Medan/Silfa Humairah
TRIBUN-MEDAN.com, STABAT - Batu-batu besar disusun untuk memisahkan aliran Air Panas Glugur dan aliran sungai Glugur.
Objek wisata Air Panas Glugur dan Sungai Glugur yang berada di Desa Glugur, Langkat ini berada berdampingan, sehingga memanjakan wisatawan untuk mandi air panas sekaligus juga bisa mandi air dingin.
Atau bagi wisatawan yang tidak suka aliran air yang terlalu panas atau aliran air sungai yang terlalu dingin bisa berada di area pertengahan, sehingga dapat merasakan air hangat.
Yap, aliran air panas berada paling pojokan dan pengunjung yang datang untuk mandi air panas, biasanya tampak paling pinggir, sambil mandi menggunakan batu liat, terlihat sibuk mengoleskan batu liat yang dihaluskan ke wajah dan ke tubuh.
Di sana, banyak batu liat atau batu apung yang kerap digunakan sebagai pembersih wajah dan tubuh.
Penduduk menyakini batu liat bisa mencegah jerawat dan memutihkan. Sehingga wisatawan yang datang kerap dianjurkan untuk memakainya saat berendam air panas.
Hendra, pemandu, menuturkan keunikan objek wisata di kawasan Air Panas Glugur ini adalah aliran air panas yang berdampingan dengan sungai, sehingga wisatawan yang sudah lemas lama berendam bisa pindah ke aliran yang dingin.
Dan sebaliknya, wisatawan yang sudah kedinginan berendam di aliran air dingin bisa pindah ke aliran air panas.
"Aliran air panasnya langsung keluar dari beberapa sumber air panas yang berada di atas tebing dan mengalir ke bawah aliran sungai. Kami buat pembatas biar wisatawan bisa menikmati kedua aliran. Kalau tidak ada pembatas, airnya semua berasa dingin karena area aliran sungai yang besar," katanya. (sil/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/pemandian_air_panas_sungai_glugur_20151113_213822.jpg)