Di Tangan Mereka, Kulit Kerang, Enceng Gondok dan Batok Kelapa Bernilai Ekonomi

Ternyata kulit kerang, enceng gondok dan batok kelapa jika diolah dan dimanfaatkan dapat menjadi suatu komoditas yang bernilai jual ekonomis

Di Tangan Mereka, Kulit Kerang, Enceng Gondok dan Batok Kelapa Bernilai Ekonomi
PT Inalum bersama-sama dengan Pemerintah Kota Tanjung Balai membantu mengembangkan salah satu Home industri kreatif yang berbasis kearifan lokal di Tanjung Balai 

Wakil Walikota Tanjung Balai, Rolel Harahap dalam sambutannya mengatakan, seperti yang telah kita ketahui bahwa industri kerajinan di Tanjung Balai merupakan industri kreatif yang mana dalam perkembangannya hasil kerajinan tangan produk rumahan masyarakat Tanjung Balai ini telah dikenal di Sumatera Utara ini. Berbagai kerajinan tangan seperti kerajinan pembuatan hiasan dari enceng gondok, kulit kerang, sampai dengan batok kelapa dapat disulap menjadi produk bernilai ekonomis.

"Hal ini luar biasa apabila terus dikembangkan, mengingat sumber daya alam untuk ketiga jenis produk diatas tersedia dan sangat mudah dijumpai di Tanjung Balai ini, dengan demikian ekonomi kreatif seperti ini dapat diandalkan dalam pengembangan ekonomi daerah dan dapat menciptakan lapangan kerja serta mengurangi pengangguran di Tanjung Balai”, ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut Plt. Disperindag Tanjungbalai, Rumondang juga menyampaikan apresiasi terhadap PT Inalum yang telah memberikan bantuan peralatan usaha kepada Industri kecil di Tanjung Balai.

"Karena selama ini usaha kecil kebanyakan terkendala kurangnya peralatan usaha yang memadai sehingga hasil produknyapun kurang maksimal, kami menyalurkan bantuan tersebut ke tiga kelompok usaha yang berada di tiga kecamatan dengan produk yang berbeda pula dengan maksud untuk mengembangkan satu produk ciri khas masing-masing Kecamatan, sehingga dapat menjadi andalan dimasing-masing daerah, untuk kedepannya kami berharap Inalum terus dapat membantu parapelaku industri kecil di Tanjungbalai,” ungkapnya.

Sumiati, ketua kelompok KUB Mawar mewakili penerima bantuan juga menyampaikan bahwa produksi hiasan kulit kerang kami hasilnya masih kurang maksimal, padahal produk ini diminati bukan hanya di daerah Tanjung Balai saja.

"Produk kami sudah sampai di Medan, Riau, Aceh, bahkan sepat dijual di daerah malang jawa timur, namun karena kendala peralatan yang masih minim, kami membuatnya secara manual sehingga kami belum bisa memproduksi secara efektif dan efisien, dengan mendapat bantuan ini saya mewakili penerima bantuan mengucapkan terimakasih kepada Inalum dan Pemerintah Tanjungbalai, kami akan menggunakannya secara maksimal,” ujarnya.

“Selain memberikan bantuan peralatan, kami juga membantu plank usaha untuk mempromosikan lokasi KUB...dimana direncanakan setelah monitoring, kami juga akan memberikan bantuan pelatihan kewirausahaan”, demikian ditambahkan A.Ganda Sukmana. (*)

Editor: Muhammad Tazli
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved