breaking news
Kereta Api yang Menabrak Angkutan Kota Ternyata Sri Bilah Tujuan Rantauprapat- Medan
Palang pintu hanya untuk membantu saja. Di luar negeri enggak ada palang pintu kereta api tapi tak ada kecelakaan kayak gini.
Laporan Wartawan Tribun Medan/Jefri Susetio
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Hubungan Masyarakat PT Kereta Api Indonesia Divre I Sumatera Utara Rapino Situmorang mengatakan, seluruh pengendara yang lewat perlintasan kereta api harus berhenti sebelum melanjutkan perjalanan.
"Kalau keterangan polisi dan masyarakat menyebutkan penyebabkan kecelakaan karena petugas lambat menutup palang pintu. Maka saya sampaikan dalam UU nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas seharusnya pengguna jalan berhenti sebelum melewati perlintasan kereta api," ujarnya saat dihubungi, Rabu (25/11/2014) petang.
Selain itu, kata dia, demi keselamatan pengendara dan perjalanan kereta api, maka ia menyarankan para pengendara roda maupun roda empat untuk berhenti terlebih dahulu sebelum melewati perlintasan kereta api.
"Rahmad (penjaga palang pintu) binaan PT KAI. Aturan sudah ada, jadi seharusnya pengendara berhenti dulu. Palang pintu hanya untuk membantu saja. Di luar negeri enggak ada palang pintu kereta api tapi tak ada kecelakaan kayak gini. Artinya, semua masyarakat harus ikut undang-undang," katanya.
Ia bilang, kecelakaan di perlintasan kereta api Jalan Sisingamangaraja tidak mengganggu perjalanan kereta api lainnya.
"Kereta kita hanya terhenti sekitar 9 menit di sana. Kita tidak bisa berlama-lama karena kita hanya punya satu jalur," ujarnya.
Dia menuturkan, berdasarkan pengecekan yang dilakukannya kereta yang menabrak angkot nomor 38 dengan nomor polisi BK 7670 ID adalah Kereta Api Sri Bilah Utama dari Rantauprapat menuju Medan.
"Warga yang bilang Kereta Api Ekonomi dari Tanjungbalai. Tapi data yang saya peroleh KA Sri Bilah Utama (bisnis) yang menabrak bukan ekonomi sebagaimana yang beredar," katanya.
Sebelumnya, angkot nomor 38 yang membawa 15 penumpang itu terseret kereta api sejauh 50 meter dari perlintasan berpalang pintu. Akibat, 13 penumpang mengalami luka serius dan mendapatkan perawatan medis.
Sedangkan, angkot warna biru itu kondusinya cukup parah, posisi angkot terbalik di pinggir rel kereta api. Seluruh bodi sudah ringsek. Bahkan, bercak darah masih menempel di seputaran lokasi kecelakaan.
(tio/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/angkot-terguling-setelah-ditabrak-kereta-api-tribun-medancom_20151125_175246.jpg)