Serunya Mengarungi Sungai Bahorok dengan Ban
Arung jeram yang unik, karena saat mengenai arus kuat, ban-ban yang disatukan jadi panjang seperti kereta api itu akan berkelok-kelok seperti ular.
Laporan Wartawan Tribun Medan/Silfa Humairah
TRIBUN-MEDAN.com, BAHOROK - Mengarungi arus Sungai Bahorok menggunakan ban menjadi wisata favorit di Bukit Lawang, Bahorok, Langkat.
Ban diikat dengan tali timba untuk bentuk jaring-jaringnya agar penumpang bisa duduk di antara jaring tersebut.
Tiap ban diduduki dua penumpang dan jika berombongan biasanya ban akan disatukan dan diikat dengan tali timba pula sesuai jumlah penumpang yang akan naik.
Dengan ban itu pula sensasi kena arus sungai cukup memacu adrenalin dan membuat penumpang ban tidak bisa berhenti menjerit.
Arung jeram yang unik, karena saat mengenai arus kuat, ban-ban yang disatukan jadi panjang seperti kereta api itu akan berkelok-kelok seperti gerakan ular.
Hendrik, pemandu wisata arung jeram, menuturkan awalnya wisata menyusuri ini diperuntukkan wisatawan yang baru tracking di hutan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL), karena rute menyusuri hutan bisa memakan waktu dua sampai tiga jam, rasa lelah untuk pulang atau tidak terkejar karena hari mulai gelap jika harus kembali keluar hutan dengan tracking.
"Tapi belakangan, wisatawan banyak juga yang tertarik untuk hanya melakukan wisata menyusuri sungai dengan ban alias arung jeram," katanya.
Ada rute panjang selama sejam untuk menyusuri Sungai Bahorok dan melihat banyak pemandangan sekeliling sungai, seperti air terjun, jembatan gantung hingga pondok di kanan-kiri dan pemandangan pepohonan rimbun hutan TNGL.
Sedangkan rute pendeknya hanya sekitar 15-20 menit, tapi tetap melewati pemandangan hutan, air terjun dan berhenti sebelum bendungan. (sil/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/arung_jeram_sungai_bahorok_20151126_111907.jpg)