Hari Disabilitas Sedunia

Wah, Lulusan Yapentra Ada Yang Jadi Pendeta

"Alumnus kami sudah banyak. Beberapa di antaranya ada yang menjadi pendeta, guru, berwiraswasta dan adapula yang membuka usaha pijat,"

Tayang:
Tribun Medan/ Array Anarcho
Penyandang disabilitas saat membagi-bagikan pin dan gantungan kunci di persimpangan Jl Sudirman Medan, Kamis (3/12/2015). 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Array A Argus

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Direktur Yayasan Pendidikan Tunanetra Sumatera (Yapentra), Jabes Silaban mengatakan sejumlah alumnus di yayasannya sudah ada yang bekerja. Bahkan, kata dia, beberapa diantaranya mandiri membangun usaha seadanya.

"Alumnus kami sudah banyak. Beberapa di antaranya ada yang menjadi pendeta, guru, berwiraswasta dan adapula yang membuka usaha pijat," kata Jabes, Kamis (3/11/2015).

Ia mengatakan, Yapentra sudah berdiri selama 38 tahun. Sejak didirkan, banyak penyandang disabilitas yang diberikan bekal untuk melanjutkan kehidupan di tengah masyarakat.

"Kami ingin masyarakat tahu, bahwa penyandang disabilitas juga punya kemampuan sama seperti orang normal," kata Jabes.

Hal senada juga diungkapkan oleh Direktur United Evangelical Mission (UEM), Pdt Marudur Siahaan. Menurutnya, saat ini sejumlah lembaga termasuk Yapentra tengah fokus mengumpulkan penyandang disabilitas.

"Untuk lembaga kami, kami sudah ada di Afrika, Eropa dan Aceh. Kegiatan kali ini baru pertama kali dilakukan di Medan. Karena, selama ini saya lihat masyarakat tidak begitu perduli dengan penyandang disabilitas," ungkapnya.

Dalam hal ini, Marudur juga berharap perhatian dari pemerintah. Minimal, pemerintah bisa memberikan bantuan untuk pendidikan anak-anak penyandang disabilitas.

(ray/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved