Breaking News:

Yuan Jadi Mata Uang Acuan, Pengusaha Gapki Sumut Tak Terpengaruh

Transaksi ekspor maupun impor menggunakan berbagai macam mata uang. Ini, katanya, tergantung kesepakatan antara eksportir dan importir.

Editor: Liston Damanik
Yuan Jadi Mata Uang Acuan, Pengusaha Gapki Sumut Tak Terpengaruh
Shutterstock
Ilustrasi Mata Uang Yuan

Laporan Wartawan Tribun Medan / Ryan Achdiral Juskal

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - International Monetary Fund (IMF) menjadikan mata uang China, Yuan, sebagai mata uang acuan global. Ini dianggap menjadi keberhasilan diplomasi Pemerintah China sehingga kekuatan ekonominya diakui dunia.

Sekretaris Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Sumut Timbas Ginting mengatakan, pihaknya tidak terlalu terpengaruh dengan perkembangan terbaru itu.

"Sebenarnya tidak ada masalah karena tinggal disesuaikan dengan kurs rupiah kita. Jadi enggak ada masalah. Aman-aman sajalah," ujarnya saat dihubungi, Kamis (3/12/2015).

Dijelaskannya, transaksi ekspor maupun impor menggunakan berbagai macam mata uang. Ini, katanya, tergantung kesepakatan antara eksportir dan importir.

"Sebenarnya itu tidak diwajibkan. Kita bebas pakai mata uang apa saja, tergantung kesepakatan importir dan eksportir. Kayak saya, kalau ke Eropa saya pakai Euro, ada pakai dolar Amerika, ada juga pakai dolar Singapura, jadi gak ada masalah itu kalau pakai yuan," ungkapnya. (raj/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved