Pilkada Serentak

Mengaku Dizalimi, Pendukung Survenof Baca Surat Yasin di Depan Kantor KPU

Pembacaan Surat Yasin dipimpin oleh Ustad Dirga dan Ustad Hasan Basri.

Mengaku Dizalimi, Pendukung Survenof Baca Surat Yasin di Depan Kantor KPU
Tribun Medan/Royandi Hutasoit
Pendukung Survenof-Parlin membaca Surat Yasin di depan Kantor KPU Pematangsiantar, Jumat (4/12/2015). 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Royandi Hutasoit

TRIBUN-MEDAN.com, PEMATANGSIANTAR - Pendukung Surfenov Sirait dan Parlin Sinaga yang dicoret dari daftar peserta Pilkada Siantar berunjukrasa ke Kantor KPU setempat, Jumat (4/12/2015), dan membaca Surat Yasin.

Pembacaan Surat Yasin dipimpin oleh Ustad Dirga dan Ustad Hasan Basri.

"Harusnya kami baca Yasin di rumah, ya Allah. Tapi karena zalimnya KPU Pematangsiantar, kami terpaksa baca Yasin di depan kantor KPU Pematangsiantar ini, ya Allah," tutur Ustad Hasan Basri.

Basri juga menuturkan bahwa mereka saat ini masih memegang teguh hukum pemerintah sehingga tidak anarkis.

Dalam pembacaan ini Hasan menyampaikan akan segera bertemu dengan komisioner KPU Siantar di Lapas.

"Kami sudah biasa bertemu dengan orang zalim di penjara yang memakan APBD. Kami akan menceramahi mereka, ya Allah," ujarnya.

Pembacaan Yasin ini berlangsung selama setengah jam dan dikawal anggota kepolisian sekitar 200 orang. (cr7/tribun-medan.com)

Penulis:
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved