Ketua DPRD Simalungun Dianggap Tak Patut Ikut Demo ke KPU
Anggota Komisi I DPRD Simalungun, Bernard Damanik menyayangkan sikap Ketua DPRD Simalungun Johalim Purba.
Laporan Wartawan Tribun Medan / Abul Muamar
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Anggota Komisi I DPRD Simalungun, Bernard Damanik menyayangkan sikap Ketua DPRD Simalungun Johalim Purba yang menggerakkan massa agar mengepung Kantor KPUD Simalungun atas pencoretan pasangan calon nomor urut 4, JR Saragih - Amran Sinaga.
Menurutnya, sebagai seorang ketua DPRD, sikap Johalim sangat tidak patut. Apalagi yang diperjuangkan bukan menyangkut kepentingan masyarakat, melainkan kepentingan JR Saragih sebagai koleganya yang selama ini dikenal sangat akrab.
"Sikap Johalim Purba sangat kami sayangkan. Seorang pimpinan DPRD tidak layak berbuat seperti itu. Dia harusnya menghimpun para pimpinan daerah untuk mempertanyakan situasi yang sebenarnya. Bukan malah menghimpun masyarakat untuk berdemo sehingga masyarakat makin emosi," ujar Beranrd, Senin (7/12/2015).
Bernard berencana membawa sikap Johalim Purba untuk dibahas dalam rapat di DPRD Simalungun. Menurutnya, jikapun kader Partai Demokrat -partai pengusung JR Saragih- hendak memprotes KPU, bisa dilakukan oleh kader-kader lain yang tidak duduk di DPRD.
"Ke depan akan kami sampaikan dalam rapat di DPRD, karena itu perilaku yang tidak terpuji. Dia ketua DPRD harusnya bersikap melihat kepentingan masyarakatnya, bukan kepentingan kelompoknya. Secara etika politik tindakan dia sudah salah. Masih banyak kader-kader partainya yang bisa melakukan orasi seperti itu, tanpa harus dia seorang ketua DPRD," ujar Bernard.
Johalim Purba ikut berdemo bersama para pendukung JR-Amran di Kantor KPU Simalungun, Minggu (6/12/2015). Tanpa memperdulikan statusnya sebagai ketua DPRD, ia ikut berorasi menentang keputusan KPU yang mencoret pasangan JR-Amran. (amr/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/johalim-purba-menyampaikan-orasinya-saat-berdemo_20151206_221704.jpg)