Teater LKK Unimed Kritik Kebijakan Pemerintah Lewat Naskah Anak Kabut
Berlatar tempat sebuah halte bus, Lala Farida melakonkan monolognya di pentas Gedung Utama Taman Budaya Sumatera Utara (TBSU)
Penulis: Tommy Simatupang | Editor: Muhammad Tazli
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Berlatar tempat sebuah halte bus, Lala Farida melakonkan monolognya di pentas Gedung Utama Taman Budaya Sumatera Utara (TBSU) Jalan Perintis Kemerdekaan Medan, dengan naskah Anak Kabut karya Soni Farid Maulana, Selasa, (08/12/2015).
Anak Kabut, sebuah naskah yang bercerita tentang pengalaman perempuan yang berada dalam keresahan. Sebuah kerinduan pada kekasihnya seorang aktivis. Dan kemudian terjebak dalam kerinduan dan kesusahan.
Melalui naskah ini, Teater LKK Unimed mencoba melancarkan sebuah kritik politik terhadap sebuah masalah kebijakan-kebijakan pemerintah.
Monolog yang disutradarai oleh M. Rizki Akbar ini diperankan oleh mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia Unimed, Lala Mutia.
Monolog ini dikatakan Panitia Pergelaran Anak Kabut, Lestarida menceritakan seseorang yang terjebak dalam masa lalunya.
"Ini kayak menceritakan dirinya yang buruk pada masa lalu. Alurnya flashback. Ini mengambil latar tempo dulu," katanya.
Unit Kegiatan Mahasiswa Teater LKK Unimed ini sebelumnya sudah pernah mementaskan naskah ini.
Oleh karena memang banyak penonton yang suka dengan ini makanya dipentaskan kembali.
Para penonton yang hadir kebanyakan dari para mahasiswa Sastra Indonesia Unimed dan juga ada dari siswa-siswa SMA di Medan.
Bertempat di gedung utama Taman Budaya Medan, para penonton harus mengantre untuk mendapatkan tiket masuk menonton. Bentuk seni pertunjukan yang hadirkan oleh Teater LKK ini bayak digemari oleh para siswa SMA.
Pertunjukan yang dilaksanakan dalam dua tahap, dimulai dari pukul 16.00-18.00. Dan malam hari dimulai lagi dari pukul 19.00-21.00. (cr4/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/lkk-unimed-lala_20151208_204816.jpg)