Pilkada Siantar

Batara Manurung: Gugatan Survenof-Parlin Salahi Aturan

Menurut Manurung, jika ingin menggugat, Survenof-Parlin harusnya melayangkan gugatan ke Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara.

Batara Manurung: Gugatan Survenof-Parlin Salahi Aturan
Batara Manurung. 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Royandi Hutasoit

TRIBUN-MEDAN.com, PEMATANSIANTAR - Anggota KPU Pematangsiantar Batara Manurung berpendapat gugatan yang dilayangkan oleh Surfenov Sirait dan Parlin Sinaga ke PTUN terkait pencoretan mereka sebagai peserta Pilkada Siantar 2015 dinilai tidak dapat menjadi obyek sengketa di lembaga peradilan itu.

"Menurut UU No 1 Tahun 2015, Pasal 153, tentang penyelesaian Sengketa Tata Usaha Negara ayat 1, Paslon itu harus mengajukan gugatan ke Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara, bukan Pengadilan Tata Usaha Negera," ujarnya saat dihubungi, Kamis (10/12/2015).

Menurut Manurung, jika ingin menggugat, Survenof-Parlin harusnya melayangkan gugatan ke Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara, dan bukan ke Pengadilan Tata Usaha Negara.

Begitupun, katanya, KPU Pematangsiantar tetap menghargai putusan sela yang dikeluarkan PTUN.

"Kenapa kami tunda? Karena kami menghormati peradilan negara ini, dan KPU RI juga menyampaikan kepada kami bahwa semua peradilan negara harus dihargai," katanya.

Adapun isi dari UU No 1 Tahun 2015, Pasal 153, tentang penyelesaian Sengketa Tata Usaha Negara ayat 1 yaitu : Pengajuan gugatan atas sengketa tata usaha negara Pemilihan ke Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara dilakukan setelah seluruh upaya administratif di Bawaslu Provinsi dan /atau Panwas Kabupaten/ kota telah dilakukan.

Namun seperti yang diketahui, pilkada Pematangsiantar ditunda karena Surfenov Sirait dan Parlin Sinaga mengajukan gugatan ke PTUN Medan, yang mengeluarkan putusan sela supaya pencoretan Surfenov Sirait-Parlin Sinaga ditunda.

Akibat penundaan pilkada di Kota Pematangsiantar, Rp 2,1 miliar uang negara habis dan membuat KPU Pematangsiantar kekurangan uang untuk pelaksanaan pilkada.

Sebelumnya juga, akibat ditetapkannya pasangan calon Surfenov-Parlin sebagai calon Wali Kota Siantar, mengakibatkan dua anggota Panwaslih Pematangsiantar yaitu, Manuaris Sitindaon dan Elpina dipecat oleh DKPP. (cr7/tribun-medan.com)

Penulis:
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved