Breaking News:

Tanaman Langka Srikaya Dilestarikan SMA Yayasan Mitra Inalum di Batubara

Tak kenal maka tak sayang, tak sayang maka tak cinta. Begitulah pepatah lama yang sepertinya cocok sekali

Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Nurseri untuk melestarikan tanaman langka yang ada di SMA Yayasan Mitra Inalum Batubara 

TRIBUN-MEDAN.com, BATUBARA - Tak kenal maka tak sayang, tak sayang maka tak cinta. Begitulah pepatah lama yang sepertinya cocok sekali untuk mengenalkan dan membudidayakan tanaman langka yang mungkin banyak diantara kita belum mendengarnya. Padahal di masa lalu, tanaman itu sering dijumpai di belakang rumah nenek dan kakek kita.

Diantaranya adalah Rukam (Flacourtia Rukam), Kaca Piring (Gardenia Augusta), Srikaya (Annoma Squamosa), Cermai (Phyllanthus Acidus), namnam (Cynometra Cauliflora) dan lain-lain yang seiring perkembangan zaman mulai dilupakan.

Namun, jika kita ingin melihat atau mungkin tertarik untuk membelinya, saat ini kita dapat langsung berkunjung ke nurseri yang ada di SMA Yayasan Mitra Inalum dan Desa Gambus Laut di Batubara yang merupakan salah satu bentuk kesadaran bersama untuk memanam, memelihara, membudidayakan kembali tanaman langka di Batubara.

PT Inalum (persero) bekerjasama dengan Pemeintah Desa Gambus Laut – Lima Puluh dan SMA Yayasan Mitra Inalum (YMI) melaksanakan program pelestarian tanaman langka sebagai bentuk kepedulian PT Inalum untuk menumbuhkan kesadaran akan pelestarian alam di generasi muda dan masyarakat sekitar.

Dukungan terhadap pelestarian tanaman langka ini dibuktikan dengan dukungan PT Inalum untuk membangun 2 (dua) unit nursery di pekarangan SMA Yayasan Mitra Inalum dan Desa Gambus Laut beserta dengan pencarian, pembibitan dan pencakokan tanaman langka.

Bantuan ke-2 nursery yang direncakan masing-masing akan diisi dengan 500 tanaman langka tersebut diserah terimakan secara resmi oleh manajemen PT Inalum, W.Djoko Laksono (Deputy General Manager Umum dan CSR) yang diwakili oleh Arfan Iqbal Hrp (Manager Pemberdayaan Masyarakat), Syamsu Rizal Hrp (Assistant to Management) dan M.Iqbal (Comdev Officer) kepada Kepala Sekolah SMA YMI dan Pemerintah Desa Gambus Laut di Aula SMA YMI belum lama ini.

W.Djoko Laksono dalam sambutannya yang dibacakan oleh syamsu Rizal Harahap mengatakan bantuan ini adalah satu program pemberdayaan masyarakat PT Inalum di bidang pelestarian alam, khususnya untuk memperkenalkan dan melestarikan tanaman langka yang ada di Batubara kepada generasi muda.

"Oleh karena itu tentunya kami juga telah meminta kepada pihak sekolah dan pemerintah desa untuk membentuk tim yang akan mengurus dan memelihara bantuan ini kedepannya secara berkesinambungan,” katanya.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada PT Inalum (Persero) karena telah banyak membantu kami, Dan saat ini kami kembali diberi kepercayaan untuk menerima bantuan dari PT Inalum (Persero) melaui pembangunan Nurseri yang ada di halaman SMA Mitra Inalum yang merupakan Program Pelestarian Tanaman Langka khususnya tanaman langka yang ada di Kabupaten Batubara," timpal M. Nur selaku Kepala Sekolah SMA Mitra Inalum.

Pembuatan Nurseri sebagai pusat pembibitan dan perawatan tanaman langka dibangun di 2 (dua) lokasi, yaitu di SMA Mitra Inalum – Tanjung Gading dan Dusun 6 Desa Gambus Laut dengan memanfaatkan keahlian UKM binaan PT Inalum guna membangun nurseri.

Selain itu, dalam pelaksanaannya, Program Budidaya Tanaman Langka ini didampingi oleh Azizi selaku aktivis pelestarian lingkungan.

"Program ini sangatlah bermanfaat bagi kita dan generasi yang akan datang untuk memperkenalkan kembali tanaman khas dan sudah langka di Batubara, khususnya dan di Indonesia pada umumnya," terang Azizi. (*)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved