Tak Perlu Tracking dan Pemandu, ke Air Terjun Lau Lutih Juga Gratis

Bentuknya yang seperti tirai menjadi daya pikat tersendiri. Selain itu, kejernihan airnya juga menarik minat pengunjung untuk langsung mandi.

Tayang:
Tribun Medan/Silfa Humairah
Air Terjun Lau Lutih 

Laporan wartawan Tribun Medan/Silfa Humairah

TRIBUN-MEDAN.com, LUBUKPAKAM - Keunggulan air terjun Lau Lutih, Desa Tanjung Raja, Kecamatan STM Hulu, Deli Serdang memang tidak berada di tengah hutan, seperti objek wisata tracking untuk mencapai air terjun tengah hutan yang kini sedang digemari komunitas pecinta alam atau traveller.

Tapi, bentuknya yang seperti tirai menjadi daya pikat tersendiri. Selain itu, kejernihan airnya juga menarik minat pengunjung untuk langsung mandi di bawah air terjunnya. Jadi keberadaannya di pinggir jalan sekali mencuri perhatian.

Uniknya, walaupun berada di kawasan rumah penduduk dan di pinggir jalan, penduduk sekitar tidak memungut biaya retribusi pengunjung yang mandi di sana.

Seorang penduduk sekitar menuturkan, wisatawan boleh sebebasnya mandi di air terjun asal tidak parkir sembarangan di rumah warga dan tidak meninggalkan sampah sehingga membuat sekitar air terjun kotor.

"Yang penting enggak kotor aja. Wisatawan dari mana saja boleh mandi di sini. Belakangan memang objek wisata ini memang ramai dikunjungi anak remaja khususnya. Ya, asal tidak mesum dan buang sampah saja enggak apa," katanya.

Karena baru terkenal dan didatangi sesekali oleh rombongan trip wisata dan komunitas traveller, penduduk sekitar belum ada yang berinsiatif untuk membuka warung atau membuat pondok sekitar air terjun.

Tapi hal itu tidak menutup kemungkinan akan dilakukan penduduk sekitar, melihat antusias pengunjung dari Medan terus berdatangan karena keberadaannya tepat di pinggir jalan sehingga wisatawan tidak perlu turun-naik tebing atau tracking.

"Tapi kalau lihat ramai terus, mungkin sebentar lagi penduduk ada yang jualan popmie dan minuman dingin agar wisatawan bisa makan langsung depan air terjun. Tidak perlu ke kota cari makanan dan minumannya," katanya.

Lokasi air terjun memang terbilang jauh dari kota, jika untuk mencapai kota Lubuk Pakam saja bisa memakan waktu dua jam. Jadi jangan menemukan supermarket atau ATM jika sudah masuk kawasan kecamatan STM Hulu. (sil/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved