Breaking News:

breaking news

Beberapa Areal Pajus Disegel karena Sengketa Pengelolaan, Pengunjung Kebingungan Belanja

"Apalagi kalau pandai tawar-menawar bisa kurang separuh harga. Meskipun, saya paham kualitas barangnya terkadang tidak bagus,"

Penulis: jefrisusetio | Editor: Randy P.F Hutagaol
Tribun Medan/ Jefri Susetio
Areal Pajak USU yang dipagar seng karena adanya sengketa pengelolaan lahan pasar. 

Laporan Wartawan Tribun Medan/ Jefri Susetio

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Adanya sengketa pengelolaan Pajak (pasar) Universitas Sumatera Utara (USU) atau akrab disebut Pajus di Jalan Jamin Ginting, Medan mengakibatkan beberapa areal Pajus dipagari seng. Alhasil pengunjung pun kesulitan untuk berbelanja.

Seorang pengunjung pasar, Dini mengatakan, awalnya tidak mengetahui adanya penutupan beberapa areal pasar karena sengketa pengelolaan. Karena itu, ia kelimpungan mencari kios penjual aksesoris handphone langganan.

"Saya biasa lewat dari sisi kanan yang dekat resto Ayam Penyet Jakarta, masuk parkiran dan dekat toko-toko kacamata. Cuma ketika ke sana tadi sudah ditutup pagar, binggung saya belanja ke kios pelanggan," ujarnya kepada www.tribun-medan.com, Rabu (16/12/2015).

Dini menuturkan, sempat mencari alternatif jalan "memutar" ke sisi kiri pasar untuk mencari kios pedagang aksesori handphone langganan yang berada di sisi belakang. Namun, kawasan di bagian belakang sudah tertutup seng.

"Bagian belakang sudah tertutup seng, makanya saya pikir pedagang langganan sudah tidak berjualan. Jadi, cari alternatif kios lainnya. Kalau kayak gini kurang puas berbelanja karena pilihan kiosnya sedikit," katanya.

Sedangkan pedagang lainnya, Rizka menambahkan, kurang tertarik untuk belanja di Pajus karena kios pedagang tidak tertata rapi.

"Saya tadi ada mau aksesori laptop. Tapi pedagang sudah enggak ada yang berjualan. Hanya beberapa pedagang saja yang berjualan di sana. Makanya malas langsung pergi," ujarnya.

Menurutnya, selama ini belanja ke Pajus karena harga barang yang ditawarkan sesuai kantong mahasiswa. Apalagi, barang yang dijual relatif lengkap.

"Kalau belanja di Pajus hanganya cukup murah. Apalagi kalau pandai tawar-menawar bisa kurang separuh harga. Meskipun, saya paham kualitas barangnya terkadang tidak bagus," katanya.

Diketahui Pajus merupakan pasar yang menjual segala keperluan mahasiswa mulai dari perlengkapan belajar, elektronik dan perkakas tugas praktik dan suvenir.

Sebelumnya, Pajus yang lama terletak di lingkungan kampus tepatnya di samping Fakultas Ekonomi USU. Tapi, pada tahun 2010 mengalami kebakaran sehingga pindah ke areal Jalan Jamin Ginting.

Kini, pasar tersohor di Kota Medan tersebut sedang bersengketa pengelolaan sehingga ratusan pedagang terpaksa tidak berjualan karena lahan itu harus dikosongkan sebelum adanya keputusan pengadilan.

(tio/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved