Dibalik Cerita Cium Perpisahan Pilot Marda dengan Pesawat T-501 yang Terjatuh

Ini fakta-fakta menarik dan patut ditelisik sepetar jatuhnya pesawat latihan di Yogyakarta yang menewaskan dua orang pilotnya.

TRIBUN JOGJA/MONA KRIESDINAR
Momen mengharukan ketika Letkol (Pnb) Marda Sardjono mencium badan pesawat yang akan dipensiunkan. 

TRIBUN-MEDAN.com - Ini fakta-fakta menarik dan patut ditelisik sepetar jatuhnya pesawat latihan di Yogyakarta yang menewaskan dua orang pilotnya.

Terlebih pilot pesawat Letkol Pnb Marda Sarjono sempat mencium badan pesawatnya sebelum berpisah untuk terakhir kalinya karena usia pesawat sudah tua.

Ia mendekatkan kepalanya, sementara kedua tangannya ditempelkan ke badan pesawat. Kemudian ia pun mencium badan pesawat yang sudah enam bulan terakhir ini tidak pernah diterbangkan.

Adegan itu berlangsung begitu cepat namun sangat berkesan dan penuh makna sebagaimana yang dirasakan oleh Marda sendiri.

"Ya, itu ciuman tanda perisahan karena pesawat ini spesial sekali buat saya. Saya lahir dan besar bersama Hawk MK-53 ini," tuturnya saat ditemui saat tiba di Base Ops Lanud Adisucipto.


Pilot Golden Eagle Letkol Pnb Marda Sarjono sesaat setelah landing pesawat tempurnya di Base Ops Lanud Adisutjipto, Agustus, 2015

Tak tahunya, kenyataan berkata lain. Pesawat yang mau dikandangkan untuk selama-lamanya ini ternyata ingin pergi bersama si empunya. 

"Sudah 15 tahun bersama pesawat ini, sejak lulus sekolah penerbangan dan sebagai penerbang tempur. Kebetulan saya termasuk salah satu penerbang yang asli menggunakan Hawk MK-53 sejak awal," cerita Marda kala itu.

Wawancara ini dilakukan sebelum pesawat tempur itu jatuh bersama pilot Marda bersama Mayor Penerbang Dwi Cahyono dinyatakan meninggal dalam kejadian itu pada Kamis (12/3/2015).

Pesawat jenis T-501 Golden Eagle itu jatuh di kompleks Ksatrian Akademi Angkatan Udara Yogyakarta pada Minggu (20/12/2015) sekitar pukul 10.00 WIB.

Sebelumnya, pesawat melaju disaksikan ribuan penonton di kanan kiri, sementara kedua pilot sempat melambaikan tangan sebelum mengudara.

Setelah lebih kurang 10 menit pesawat terbang, pesawat melakukan aksi beberapa kali lalu terdengar dentuman keras. Dilanjutkan kepulan asap hitam pekat disusul sirine ambulans meraung-raung.

"Ya, keduanya meninggal dunia," kata Kadispen TNI AU Marsma Dwi Badarmanto dikutip dari KompasTV.

Letkol Pnb Marda Sarjono merupakan orang yang sempat mengawal Hawk dari Base Ops Skadron 15 Madiun menuju Base Ops Lanud Adisucipto.

Pesawat Hawk saat itu dipiloti Marda, pilot pesawat jatuh di Yogya tadi pagi. Ia mengaku sangat berkesan selama penerbangan. Itulah penerbangan terakhir dia yang sudah 15 tahun bersama pesawat buatan Inggris tersebut.

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved