Pemilihan Rektor USU

Subhilhar Akan Operasionalkan RS USU

Salah satu persyaratan untuk menjadi rektor Universitas Sumatera Utara (USU) adalah harus memiliki jiwa kewirausahaan.

Subhilhar Akan Operasionalkan RS USU
Tribun Medan / Ammar
Penjabat Rektor USU, Prof Subhilhar. 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Abul Muamar

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Salah satu persyaratan untuk menjadi rektor Universitas Sumatera Utara (USU) adalah harus memiliki jiwa kewirausahaan. Persyaratan ini menuai kontroversi, terutama di kalangan mahasiswa USU.

Namun, Penjabat Rektor USU, Prof Subhilhar, salah seorang yang digadang-gadang akan maju, tidak mempermasalahkan persyaratan tersebut. Dalam persepsinya, jiwa kewirausahaan yang dimaksud sebagai syarat bukanlah untuk membuat rektor menjadi orang yang sibuk melakukan kegiatan bisnis di lingkungan civitas akademik USU, melainkan untuk menjual program dan penelitian yang dilakukan akademisi USU serta hal-hal potensial lainnya yang dapat mendatangkan keuntungan, yang keuntungannya untuk kemajuan USU sendiri.

"Itu bukan berarti kita harus jadi pengusaha. Entrepreneurship (wirausaha) yang dimaksud di situ saya kira lebih kepada bagaimana rektor itu punya kemandirian. Berusaha sendiri. Bisa melihat peluang untuk kepentingan universitas," ujar Subhilhar, saat ditemui di ruangannya, Selasa (29/12/2015).

Subhilhar menyebut banyak hal-hal potensial di USU yang bisa dikelola dan mendatangkan keuntungan. Salah satunya ia menyebut Rumah Sakit USU di Jalan dr Mansur. Ia mengaku tengah mempersiapkan segala sesuatu untuk mengoperasionalkan rumah sakit yang sempat jadi masalah itu.

"Coba bayangkan, berapa keuntungan yang bisa didapat kalau itu (rumah sakit) dioperasionalkan? Selama lima tahun itu belum beroperasi juga," katanya.

Dengan pandangannya itu, Subhilhar menilai syarat harus memiliki jiwa kewirausahaan tersebut tidak menjadi hambatannya. Ia mengaku sama sekali tidak merasa diberatkan dengan persyaratan tersebut.

"Justru itu syarat yang positif. Bukan mau menjual universitas ini. Tetapi menjual program apa, penelitian apa yang dijual. Di Jawa sana semua kampusnya berwirausaha. Ada yang punya wisma, punya hotel, punya convention hall, punya produk-produk andalan. Jadi kalau seorang pimpinan tidak punya jiwa wirausaha, dia akan jatuh kepada sesuatu yang klasik," ujarnya. (amr/tribun-medan.com)

Penulis:
Editor: Muhammad Tazli
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved