Pemilihan Rektor USU

Subhilhar Tak Ingin Buru-buru Daftar Rektor USU

Penjabat Rektor USU, Prof Subhilhar, yang digadang-gadang akan maju pada pemilihan rektor baru USU, hingga kini belum juga mendaftarkan diri.

Subhilhar Tak Ingin Buru-buru Daftar Rektor USU
Tribun Medan / Ammar
Penjabat Rektor USU, Prof Subhilhar. 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Abul Muamar

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Penjabat Rektor USU, Prof Subhilhar, yang digadang-gadang akan maju pada pemilihan rektor baru USU, hingga kini belum juga mendaftarkan diri.

Saat ditemui di ruangannya, mantan Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik itu menjawab santai pertanyaan wartawan.

"Ya, belumlah. Kenapa rupanya?" ujarnya, saat ditemui di ruangannya, Selasa (29/12/2015).

Saat ditanya kapan dirinya akan mendaftarkan diri, Subhilhar tetap tak mau memberikan kepastian. Ia mengaku lebih berfokus pada persiapan diri.

"Gak tahulah. Saya gak pake hari ke berapa. Kita lihat aja nanti. Saya persiapkan dulu program saya apa," ujarnya.

Apa yang Anda tunggu sehingga belum juga mendaftarkan diri?

"Apa rupanya yang harus tergesa-gesa. Saya harus menuliskan lagi program kerja. Saya sedang menyiapkan apa yang harus dikerjakan lima tahun ke depan. Ini saya mau download dulu form pendaftarannya untuk melihat apa aja yang harus disiapkan. Entah perlu SKCK, surat dari pengadilan, atau apalah, supaya tidak bolak-balik," katanya.

Meski masih mengulur-ulur waktu mendaftarkan diri, Subhilhar memastikan dirinya akan ikut meramaikan persaingan calon rektor.

Hanya saja ia belum mau memberitahukan kapan dirinya akan mendaftar. Ia mengaku, persiapan dirinya tidak sekuat dengan calon rektor yang lain.

"Saya kan sejak lima tahun lalu gak terlalu bersiap. Saya belum siap seperti orang lain yang sudah lama bersiap. Saya kan masih kerja di posisi itu. Kalau memang nanti permintaan dan dukungan ada, ya, kita akan mendaftar. Saya lagi mempersiapkan diri, kira-kira yang mau dijual itu apa. Insya Allah lah. Jangan tanya positif atau negatifnya kapan. Kalau dukungan semakin baik, semakin banyak, kalau moral support sudah ada, baik eksternal maupun internal, saya akan daftar. Kan lama lagi habis masa pendaftarannya. Nanti saya bilang besok, ternyata saya belum siap. Kan persyaratannya banyak. Kita lihat ajalah. Insya Allah itu kan optimis. Saya serahkan saja pada Yang Di Atas. Kalau memang itu amanah, baik untuk universitas ini, untuk msyarakat, untuk bangsa ini, kenapa enggak saya maju," katanya.

Dalam mengikuti pencalonan rektor ini, Subhilhar mengaku tak ingin buru-buru. Ia memilih mempersiapkan segala sesuatu yang rasional ketimbang memilih berjudi.

"Mental saya sudah siap. Cuma saya haus diskusi dengan kawan-kawan. Saya pikir kita harus lebih obyektiflah. Bukan sekadar subyektivitas. Bukan karena kelompok, atau suku, atau gender. Kita harus menjadi the best among the best. Kalau kita gak dapatkan sekarang, ya, kita tunggu lima tahun lagi," katanya menegaskan.

(amr/tribun-medan.com)

Penulis:
Editor: Sofyan Akbar
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved